I Want You!

image

Title : I Want You

Lenght : Oneshot

Rate : PG16

Cast : Cho Kyuhyun, Kim Rae Ann

Support cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae, Kim Yoo Kyung.

Author : Bluerose

‘Jika aku di takdirkan untuk mendampingimu, maka aku tidak dapat menghindarinya meskipun aku ingin.’

Pesta yang di adakan di luar ruangan itu tampak begitu meriah juga mewah. Begitu banyak tamu undangan yang hadir hanya untuk memberikan selamat pada putra satu-satunya keluarga Cho. Keluarga yang cukup terpandang dan di segani di kota ini–Seoul, Korea Selatan. Bahkan pesta ini di sorot oleh media, sehingga khalayak ramai dapat mengetahui pesta pernikahan yang amat di nanti-nanti itu.

“God, kapan pesta ini berakhir huh?” Gerutu seorang pria dengan mengenakan stelan jas putih. Ia tampak malas dan memaksakan senyumnya ketika menyalami tamu-tamu yang hadir untuk memberinya ucapan selamat.

Gadis yang berada tepat disebelahnya menoleh, ia dapat melihat betapa kesalnya pria itu. “Oppa,” panggilnya lirih. Pria itu menoleh, “Mwo?”

“Kau lelah?”

Pria itu mendecak, “Tentu saja bodoh! Sejak 1 jam lalu kita berdiri dan tersenyum seperti orang bodoh. Dan kau lebih bodoh lagi karena pertanyaanmu itu.” Geram pria itu ketus. Berbanding terbalik dengan gadis itu yang tidak marah ataupun menggerutu seperti yang dilakukan suaminya. Ia tetap tersenyum setulus mungkin.

“Arrayo,” gumamnya. Ia menolehkan pandangannya, mencari-cari. “Yoo!” Serunya cukup keras ketika melihat seorang gadis yang mengenakan gaun selutut berwarna senada dengan yang ia kenakan sekarang. Gadis itu–Kim Yoo Kyung–sepupunya. Dan gadis itulah yang jadi pengiringnya menuju altar tadi, ketika pemberkatan.

“Ye? Waeyo?” Yoo Kyung menatap sepupunya itu bingung.

“Bisa kau ambilkan jus dan sedikit cake?”

“Kau lapar?”

Rae Ann mengangguk kecil serta tersenyum malu. Yoo Kyung berdecak, “Geurom, tunggu sebentar akan aku ambilkan.”

“Ah ya, jusnya–jus jeruk.” Bisik Rae Ann ketika Yoo Kyung akan berlalu. Yoo Kyung menyerngit heran, “Jeruk? Kau kan tidak suka itu Ann.”

“Sudah, ambilkan saja. Palli, aku lapar.” Putusnya dengan sedikit mendorong bahu Yoo Kyung.

Setelah Yoo Kyung pergi, ia menoleh ke arah Kyuhyun yang masih memasang wajah masam. Ia menarik lengan Kyuhyun, berjalan menuju meja yang kosong.

“Mau apa?” Kyuhyun menatap bingung istrinya itu begitu Rae Ann menyuruhnya duduk di salah satu kursi.

“Tunggu sebentar lagi,” tepat Rae Ann menyelesaikan kalimatnya Yoo Kyung datang dengan membawa cake dan juga segelas jus jeruk yang diminta Rae Ann tadi.

“Ighe,” Yoo Kyung meletakkan cake dan jus itu di meja, di hadapan Rae Ann. “Gomawo, Yoo.”

“Nde, aku kesana dulu ne? Tidak ada yang lain kan?” Tanya Yoo Kyung memastikan bahwa tidak ada lagi yang di inginkan oleh sepupunya itu. “Ani, ya sudah pergilah.”

Sepeninggal Yoo Kyung, Rae Ann mendorong cake dan jus tadi ke hadapan Kyuhyun. Pria itu menatapnya dengan sebelah alis terangkat, “Itu untukmu.”

“Naleul wihae? (Untukku?)”

Rae Ann mengangguk, “Aku tahu kau lapar. Makanlah,” ujarnya dengan senyum tipis. Ia memang tahu bahwa Kyuhyun belum memakan apapun sedari tadi pagi. Dan ia cukup tahu makanan apa yang Kyuhyun sukai. Tinggal selama 2 bulan di rumah keluarga Cho, cukup membuatnya sedikit ingat apa saja yang di sukai atau tidak di sukai oleh pria yang kini menjadi suaminya.

“Dan kau?” Kyuhyun menatap cake yang hanya satu piring kecil dan jus jeruk pun hanya satu gelas. “Aku sudah kenyang. Oppa makan saja, jangan khawatir.”

“Siapa juga yang mengkhawatirkan dirimu, ck.” Decak Kyuhyun dengan menusukkan garpu ke cake coklat kemudian memakannya. Rae Ann mengulum senyum ketika melihat Kyuhyun memakan cake itu dengan lahap. “Oppa,” Kyuhyun mendongak, “Hm?”

“Itu–”

“Apa?” Rae Ann menunjuk wajah Kyuhyun yang sedikit tercecer cake coklat yang di makannya. “Ada Krim yang menempel.”

“Dimana?” Kyuhyun megusap daerah sekitar bibirnya. “Sudah?”

“Masih,”

“Aih, dimana lagi?” Ucapnya tidak sabar. Rae Ann berdiri kemudian membungkukkan badannya ke depan, mengulurkan tangan kanannya, tapi tidak sampai–karena meja yang menjadi jarak antara keduanya cukup lebar.

“Aish!” Decaknya kesal. Ia memilih menghampiri Kyuhyun. Namun karena terburu-buru dan juga gaun pengantin yang di kenakannya cukup panjang sehingga menghambat jalan dan pada akhirnya ia menginjak ujung gaun itu.

“Aaa!!!!”

“YA!”

Bruk!

Hening.

Semua orang yang ada disana kini tertuju pada kedua orang yang ada di balik kain putih. Mereka menatap penasaran kedua orang yang masih di posisi itu. Gadis yang menindih pria. Entah apa yang mereka lakukan dengan kain putih yang menjadi alas meja tersebut. Itulah pikiran yang ada di antara orang-orang yang ada disana.

Kyuhyun yang duduk tenang cukup terkejut ketika gadis itu memekik, ia melihat tubuh gadis itu oleng maka ia berniat menolongnya. Rae Ann yang takut terjatuh berusaha menggapai apa saja yang ada di dekatnya. Ia menarik kerah jas yang Kyuhyun gunakan, namun karena Kyuhyun tidak siaga ia pun ikut terdorong ke belakang dan ia menggapai meja tapi justru kainnya yang ia dapat. Sehingga mereka terjatuh bersamaan dengan Rae Ann yang menimpanya serta kain putih yang menutupi kepala mereka.

Rae Ann tidak berani membuka matanya, gadis itu menutup mata rapat-rapat dan yang membuatnya semakin takut adalah pria yang kini ada di bawahnya. Ia takut dengan tatapan tajam pria itu. Jika tatapan itu pisau ia pasti sudah mati sejak awal mereka bertemu.

“Ann,” suara Kyuhyun tertahan dan hembusan nafasnya membuat pikiran gadis itu mengabur. “N–nde?” Sahutnya takut-takut.

“Bisa kau–bangun sekarang? Kau–berat.” Seketika itu juga Rae Ann membuka matanya, menatap Kyuhyun terkejut. Dapat dilihat dengan jelas dari tatapan gadis itu, panik. “Mianhae,” ucapnya dengan beranjak bangun. Gadis itu memekik cukup keras dan ia segera menutup mulutnya dengan tangan kiri. Ia mendesis.

“Waeyo Ann, kau tidak apa-apa?” Cecar Nyonya Cho dan Yoo Kyung bersamaan. Gadis itu menggeleng, “Tidak apa-apa.”

Kyuhyun mendengus, “Kemarikan.” Ucapnya datar dan tanpa menunggu jawaban dari istrinya ia menarik sebelah kaki gadis itu. Pergelangan kaki kanan Rae Ann memerah dan ia yakin bahwa istrinya itu terkilir.

“An–aaaaa!!” Jeritan Rae Ann membuat semua orang menatap ngeri sekaligus iba. Pasti itu sakit sekali, karena terdengar dengan jelas bunyi ‘krek’ ketika Kyuhyun menarik dan menyentak pergelangan kaki gadis itu.

“Kyuhyun!! Apa yang kau lakukan hah?!” Marah Tuan Cho pada putranya. Ia cemas sekali.

“Hanya membantunya Abeoji.”

“Membantu?”

“Coba gerakan kakimu?” Kyuhyun menyuruh Rae Ann menggerakan kakinya. Gadis itu menurut, “Masih sakit?” Rae Ann mengangguk kecil. Kyuhyun menatap kedua orangtuanya, “Bisa kan kami pulang lebih awal?”

Tuan Cho dan Nyonya Cho saling pandang sebentar kemudian kembali menatap kedua anaknya. “Tentu saja,” ucap Nyonya Cho mengerti. “Disini biar kami yang urus.” Sambung Tuan Cho dengan senyum penuh arti.

“Eommonim, mianhamnida sudah mengacaukan pestanya.” Lirih gadis itu sedih. Nyonya Cho tersenyum hangat, “Tidak apa-apa, jangan sedih eoh. Lagi pula ini kecelakaan kecil, jangan di permasalahkan.”

“Tapi aku sudah membuat kalian malu.”

“Kau sadar juga eoh?” Rae Ann langsung menunduk begitu Kyuhyun mengucapkan kalimat itu dengan dingin.

“Kyu,” tegur Nyonya Cho yang melihat Rae Ann sedih. Kyuhyun tidak perduli, ia mengalihkan pandangannya kearah lain.

“Sudahlah, sebaiknya kalian sekarang pulang saja. Dan segera obati Rae Ann sebelum kakinya membengkak.” Tuan Cho mencoba menengahi. Nyonya Cho menghela nafas. Sifat Kyuhyun tidak akan pernah berubah, sepertinya.

“Kajja pulang,” ajak Kyuhyun dengan berdiri. “Hyung, bisa kau antarkan kami?” Ucapnya pada seorang laki-laki bertubuh kurus dengan rambut berwarna coklat terang. Lee Hyukjae.

“Naega?”

“Tentu saja kau, memang siapa lagi?”

“Kan bisa Donghae, Kyuhyun-ah.”

“Ani, aku tidak mau mati muda. Kau kan tahu sendiri bagaimana pintarnya couple sejatimu itu. Pohon pinus dekat rumahku saja ia tabrak saat aku menyuruhnya memarkirkan mobil.” Jelas Kyuhyun yang membuat pria tampan disamping Hyukjae mengerucutkan bibirnya.

Hyukjae menyerah, “Arra,” putusnya.

“Dan kau,” Kyuhyun memandang Rae Ann yang masih terduduk di tanah beralaskan rumput. Gadis itu mendongak, “Bangun. Kita pulang.” Kyuhyun mengucapkannya seperti perintah yang harus segera di turuti, bukan sebuah bujukan yang di ucapkan dengan halus.

Rae Ann berdiri dengan di bantu Nyonya Cho dan Yoo Kyung. Kyuhyun maju beberapa langkah, ia sedikit merendahkan tubuhnya. Memungut ujung gaun pengantin Rae Ann kemudian mengangkat gadis itu ke dalam gendongannya.

“Oppa!”

“Diam. Tidak usah banyak protes!”

Rae Ann langsung mengatupkan rapat bibirnya. Bukankah tadi sudah di jelaskan bahwa gadis itu cukup takut dengan tatapan tajam milik Kyuhyun? Belum lagi rasa malu karena ia di gendong di hadapan umum. Ia tentu lebih menuruti perintah Kyuhyun untuk diam.

Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan mudah, tanpa kesulitan. Setelah pamit dengan tamu yang ada juga orangtuanya ia segera membawa Rae Ann pergi dengan Hyukjae dan Donghae yang mengikutinya dari belakang.

Rae Ann menyembunyikan wajah tersipunya di balik bahu Kyuhyun. Sedangkan kedua tangannya ia rangkulkan di leher suaminya. Terselip rasa senang ketika ia bisa merasakan detak jantung Kyuhyun yang seirama dengan miliknya. Ia mendongakkan kepalanya, menatap Kyuhyun dari samping. Satu kata yang cocok untuk mendeskripsikan betapa sempurnanya wajah suaminya ini–Tampan.

“Oppa, gomawo.” Bisiknya lirih dan mengecup cepat pipi kiri Kyuhyun. Pria itu menghentikan langkahnya. “Kau–” Ucap Kyuhyun menggantung.

“Mian, aku–tidak akan melakukannya lagi.” Rae Ann menunduk. Ia memaki dalam hati, betapa lancangnya ia karena mengecup pipi Kyuhyun. Meskipun Kyuhyun suaminya, tapi tetap saja ia harus sadar bahwa Kyuhyun menerima pernikahan ini karena paksaan dari Noonanya–Cho Ahra. Dan ia sangat tahu bahwa Kyuhyun sama sekali tidak menyukainya justru sangat membencinya.

Ia pun sebenarnya terpaksa menerima pernikahan ini, karena kedua orangtuanya telah menitipkan ia pada keluarga Cho. Dan karena satu alasan lagi mengapa ia tak bisa menolaknya, yaitu ia telah mendonorkan separuh ginjalnya untuk Noona Kyuhyun–Cho Ahra. Maka sebagai balasannya mereka meminta Rae Ann agar menikah dengan Kyuhyun. Mungkin kedengarannya tidak masuk akal dan aneh, tapi itulah kenyataannya. Dan itu semua tanpa sepengetahuan Kyuhyun. Pria itu tidak tahu pasti alasan yang menjadikan mereka menikah. Yang ia tahu, bahwa Rae Ann adalah gadis yang tidak jauh berbeda dengan gadis lain–hanya menginginkan hartanya.

“Kyu, kami pulang dulu.” Hyukjae segera pamit setelah mengantar Kyuhyun dan Rae Ann hingga depan lobby apartemen. “Nde. Gomawo, Hyung.”

Kyuhyun segera berbalik dan berjalan lebih dulu, meninggalkan Rae Ann yang masih tetap berdiri di lobby. Ia tidak lagi menggendong gadis itu.

Rae Ann menghela nafas, ia mencincing gaunnya. Untung saja ia sudah berganti; dari higheels menjadi sepatu kets.

Eiy, bukankah itu terlihat keren eoh?

Jarang-jarang bukan, seorang pengantin memakai sepatu kets?

Jika di jadikan sebuah trend sepertinya bagus.

“Kenapa kau lambat sekali huh? Lebih lelet dari siput!” Kyuhyun membalikkan badannya, bertolak pinggang dengan menatap tajam Rae Ann yang masih cukup tertinggal jauh darinya. Kini ia sudah berdiri di depan lift, menunggu gadis itu.

“Maaf.”

“Bisakah kau berhenti mengucapkan kata ‘Maaf’? Apa tidak ada kata lain yang dapat kau ucapkan selain kata itu?” Kyuhyun menatap kesal Rae Ann yang sudah berada di dekatnya dengan kepala tertunduk.

“Masuk,”

Rae Ann masuk ke dalam lift lebih dulu yang kemudian di susul Kyuhyun dengan memungut ujung gaun pengantin Rae Ann.

Keduanya terdiam, tidak ada lagi pembicaraan yang mereka ucapkan untuk menghentikan kecanggungan itu, hingga mereka sampai di lantai 9–dimana kamar mereka berada. Sebuah apartemen minimalis yang memang sangat cocok untuk para pengantin baru. Itu adalah hadiah dari Cho Ahra untuk adik dan adik iparnya di pernikahan mereka. Kakak yang baik bukan?

“0921.” Gumam Kyuhyun setelah melihat nomor kunci yang ada di tangannya.

“Oppa, yang ujung itu!” Seru Rae Ann menunjuk pintu berwarna coklat dengan nomor ‘0921’.

Kyuhyun segera membuka pintu itu kemudian membuka pintu lebih lebar agar Rae Ann ikut masuk. Gadis itu berdecak kagum melihat betapa mewah dan bagusnya apartemen itu. Kentara sekali bahwa barang-barang yang ada di sana semuanya mahal dan berkualitas. Sangat mencerminkan keluarga Cho.

“Hanya ada satu kamar,” ucap Kyuhyun tiba-tiba yang ikut duduk di sofa. Gadis itu menolehkan kepalanya, menyerngit tidak mengerti. “Satu kamar?”

“Nde. Rumah ini ada 3 kamar. 1 kamar utama, 1 kamar anak dan 1 kamar tamu. Tapi hanya ada satu kamar tamu hanya diisi dengan lengkap. Yang lainnya kosong. Dan itu kamar utama.” Jelas Kyuhyun malas. Ia sudah menduga ini sebelumnya.

Gadis itu beranjak bangun dari duduknya, ia berjalan menuju kamar utama yang amat luas–hampir sama luasnya dengan ruang tamu. Gadis itu melangkah pelan menuju lemari yang menyatu dengan dinding kemudian membukanya. Ia tercengang menatap begitu banyaknya baju-baju yang ada di dalam lemari itu. Disana sudah tertumpuk baju-baju yang biasa ia gunakan dan juga ada sederet gaun serta mantel musim dingin yang pasti harganya juga bagus.

“Itu Ahra Noona yang memilihnya, aku tidak tahu sama sekali.” Rae Ann seketika menoleh kebelakang. Kyuhyun telah berdiri dengan bersandar dekat pintu lemari yang terbuka. “Sepertinya ukurannya cocok denganmu,” lanjut Kyuhyun.

Rae Ann kembali mengalihkan tatapannya kearah baju-baju. Ia merasa bersyukur menjadi bagian dari keluarga Cho. Selain mereka orang yang baik dan penuh kasih sayang, mereka pun sangat menahami dirinya. Ia bersyukur karena telah di pertemukan dengan keluarga sebaik mereka.

“Mau sampai kapan kau disana,” suara Kyuhyun menyadarkannya. Rae Ann kembali berbalik dan memandang Kyuhyun yang duduk di tepi ranjang.

“Kemari,” Rae Ann mendekat dengan langkah pelan. Kakinya masih sedikit sakit.

“Duduk.” Gadis itu kembali menurut–duduk di tepi ranjang. Kyuhyun segera bangun kemudian berlutut. “Oppa?” Rae Ann menatap Kyuhyun tidak mengerti.

Kyuhyun tidak bicara, ia menarik lembut kaki kanan Rae Ann yang terkilir tadi. “Bisakah kau feminin sedikit huh? Mana ada pengantin dengan sepatu kets.” Desis Kyuhyun dengan melepas sepatu yang di kenakan gadis itu.

“Itu kan sepatu couple yang di belikan Eonni. Lagi pula aku nyaman dengan itu di banding higheels.” Sahut gadis itu dengan sedikit kesal.

Benar. Sepatu itu adalah sepatu couple yang sengaja di belikan oleh Ahra saat mereka jalan-jalan ke Myeondong beberapa waktu lalu–sebelum mereka menikah. Dan sepatu itu sama dengan milik Kyuhyun. Namun pria itu tidak pernah memakainya–setahu Rae Ann. Karena pada kenyataannya Kyuhyun selalu memakai sepatu itu jika berada di universitas.

Rae Ann terus memperhatikan Kyuhyun yang duduk di karpet beludru berwarna coklat pastel dengan mengurut kakinya. Pria itu dengan telaten menekan lembut daerah yang memerah dengan salep.

Sejujurnya saat ini Kyuhyun tengah mengalami sindrom kegugupan tingkat akut. Tapi ia berusaha tenang dengan bersikap dingin pada Rae Ann.

Ia pun merasa aneh akhir-akhir ini. Jika ia hanya berdua dengan gadis itu, detak jantungnya langsung berpacu dengan cepat dan perasaan asing menyelusup masuk dalm relung hatinya. Ia tahu perasan apa itu, namun ia mencoba menyangkalnya. Ia takut jika ia jatuh terlalu dalam maka ia akan merasakan sakit itu lagi, sakit yang sama seperti 2 tahun lalu. Sakit yang sampai saat ini belum terobati sepenuhnya, masih membekas di ulu hati. Lee Eun Ji. Gadis yang ia cintai justru mengkhianatinya dengan menikahi salah satu Hyungnya–Kim Hee Chul. Tapi itu masa lalu. Dan ia berharap kenangan buruk itu dapat ia kubur bersama dengan rasa cintanya terhadap gadis itu.

“Oppa,” Rae Ann mencoba menghilangkan rasa canggung di antara mereka dengan memulai pembicaraan lebih dulu. “Apa?”

“Aku boleh bertanya?”

“Hm,”

“Apa gadis yang bersama Oppa tadi itu kekasih Oppa?” Kyuhyun menghentikan gerakan tangannya, berganti memandang istrinya itu tidak mengerti. “Yang mana?”

“Song Eun Na.” Kyuhyun melepaskan pegangan tangannya dari kaki Rae Ann, menatap tajam gadis itu. “Mian–”

“Kenapa kau bertanya seperti itu?” Kyuhyun berdiri tepat di hadapan Rae Ann yang duduk dengan menunduk dalam. Gadis itu memainkan kedua jari manisnya. “Aku–hanya ingin tahu.”

“Kenapa kau ingin tahu? Bukankah itu urusanku?”

Rae Ann menggigit bibirnya, matanya berkaca-kaca. Ia teringat kalimat Hyukjae padanya tadi, sebelum mereka pulang. Saat itu mereka bertemu seorang gadis bernama Song Eun Na dan Hyukjae bilang bahwa gadis itu adalah teman wanita yang dekat dengan Kyuhyun. Jadi ia menyimpulkan bahwa Eun Na adalah kekasih Kyuhyun. Dan karena ia tidak satu universitas dengan Kyuhyun jadi ia tidak tahu.

“Maaf jika pertanyaanku seperti itu. Tidak perlu kau jawab jika kau tidak mau.”

Airmata itu lolos dari sudut matanya dan Kyuhyun melihatnya.

“Ann,”

“Aku–akan mandi lebih dulu.” Rae Ann berdiri dengan cepat dan segera berlalu dari hadapan Kyuhyun. Pria itu dapat melihat dengan jelas bahwa Rae Ann memang menangis. Dan samar-samar ia bisa mendengar tangis gadis itu yang kini telah masuk ke dalam kamar mandi.

“Cengeng!”

==========

‘ ‘Aku tahu aku tidak dapat lepas darimu, maka itu aku pun tidak berniat untuk melepasmu atau pergi darimu.’

**

“Ann, apa yang kau lakukan di dalam sana huh? Kenapa lama sekali? Palliyo, aku juga ingin mandi.” Kyuhyun mengetuk pintu kamar mandi dengan tidak sabar. Ini sudah lebih dari 30 menit sejak gadis itu masuk dalam kamar mandi, tapi sampai saat ini belum keluar juga.

“Eum, Oppa–”

“Apa?” Kyuhyun menyerngit bingung karena Rae Ann justru hanya melongokan kepalanya saja. Gadis itu sepertinya sudah selesai mandi karena rambutnya yang basah. “Aku lupa ambil baju.”

“Lalu?” Kyuhyun menyerngit lagi.

“Eum, bisa tolong ambilkan baju untukku?”

Kyuhyun mendesah, “Jadi itu yang membuatmu lama di dalam eoh?” Gadis itu mengangguk malu. Kyuhyun mengulurkan kemeja yang ada di tangannya, kemeja berwarna baby blue.

“Ini bukan bajuku, Oppa.”

“Pakai saja. Cepat. Aku sudah tidak tahan.”

Rae Ann mendesis kesal. Ia segera menutup pintu kamar mandi. “Ya! Buka pintunya. Aku sudah kebelet.”

“Aku ganti baju dulu, Oppa,”

“Ani. Kau ganti baju di luar saja aku sudah tidak tahan lagi.” Kyuhyun dengan sigap menahan pergelangan tangan Rae Ann yang memegang baju. Ia menariknya keluar..

Bruk

“Agh, Oppa. Appha (sakit).” Rintih Rae Ann karena punggungnya membentur lantai dengan keras di tambah Kyuhyun yang menimpa tubuhnya.

“Oppa,” Rae Ann kembali memanggil Kyuhyun karena tidak terdengar suara dari pria itu. Rae Ann yang tadinya menoleh kesamping kini mengalihkan tatapannya, memandang Kyuhyun yang menatapnya dengan diam.

Tunggu! Bukan menatapnya, melainkan..

Rae Ann mengikuti tatapan mata Kyuhyun yang tertunduk dan ia melebarkan matanya begitu sadar apa yang membuat Kyuhyun tidak bersuara. Handuk yang tadi membalut tubuh polosnya terbuka sehingga memperlihatkan bagian depan tubuhnya.

“Aaaaaaaaaaaaaaaa!! OPPA. Apa yang kau lihat hah?!”

Dug

“Aaa!! YA! Sakit bodoh!” Maki Kyuhyun dengan mengelus keningnya yang berdenyut. Rae Ann sengaja membenturkan kening mereka sehingga berbenturan.

Kyuhyun reflek bangun dengan mengelus keningnya sehingga memberikan celah bagi Rae Ann untuk kabur dan masuk dalam kamar mandi kemudian menguncinya. Meninggalkan Kyuhyun yang mengaduh kesakitan.

Gadis itu memegangi handuknya erat dengan tangan bergetar. “Eomma, bagaimana ini. Dia melihatnya. Huwaaa.. Appa, Eomma.” Gumam gadis itu panik dengan berjalan mondar-mandir dengan terus bergumam tidak jelas.

*

“Ann, buka pintunya.” Terdengar suara Kyuhyun juga pintu yang di ketuk dengan keras. Rae Ann menatap pintu dengan ngeri. Meskipun Kyuhyun kini telah menjadi suaminya dan cepat atau lambat Kyuhyun pun akan tahu, tapi untuk sekarang ini Rae Ann merasa belum siap.

“Ani. Aku tidak mau keluar.”

Kyuhyun yang mendengarnya mendecak, “Gurae kalau kau tidak mau keluar. Maka akan aku dobrak pintunya dan menyeretmu keluar.” Pria itu terpaksa mandi di kamar lain dan untungnya kran disana menyala, kalau tidak ia tidak tahu harus sampai kapan menunggu gadis itu keluar.

“Ann,”

Tidak ada sahutan. Apakah gadis itu marah? Atau malu bertemu dengannya setelah kejadian tadi?

“Aku minta maaf, untuk kejadian–tadi.” Kyuhyun menggaruk tengkuknya bingung. Ia putuskan untuk meminta maaf. Toh kalau di pikir, ia juga yang salah karena menarik lengan gadis itu tadi sehingga terjadi kejadian seperti itu. “Aku–tidak sengaja melihatnya,” lanjut Kyuhyun dengan suara lirih.

“Ann aku–”

Kyuhyun menghentikan kalimatnya begitu pintu terbuka dan Rae Ann berdiri di depan pintu dengan memakai kemeja tadi. Gadis itu menunduk dengan memainkan ujung kemeja yang hanya menutupi hingga separuh paha gadis itu. Kakinya menyilang tidak tenang.

Kyuhyun terus memperhatikan tingkah istrinya yang kini berjalan melewatinya tanpa bicara. Rae Ann berjalan menuju lemari dan mengambil selimut juga bantal cadangan yang ada disana.

“Mau kemana?” Ucap Kyuhyun yang melihat Rae Ann akan meninggalkan kamar. “Aku akan ti–”

“Siapa yang mengijinkanmu tidur di luar hm?” Kyuhyun berjalan pelan kearah istrinya yang memunggunginya. Ia lingkarkan sebelah tangannya ke leher gadis itu, tidak sampai mencekik hanya menariknya lembut agar ia dapat merasakan wangi yang membuat pikirannya mengabur, sejak gadis itu keluar dari kamar mandi dan memintanya untuk mengambilkan baju.

“Aku tidak mau tidur sendirian, Ann. Kamar seluas ini akan terasa mengerikan jika hanya aku yang tidur disini,” desah nafas Kyuhyun menggelitik indera peraba Rae Ann sehingga gadis itu menggeliat kecil.

Kyuhyun tersenyum tipis begitu melihat pipi istrinya merona malu. Manis. Eh? Apa yang baru saja ia ucapakan? Tapi memang benar bahwa saat ini Rae Ann terlihat lebih manis. Dan ia baru sadar bahwa tubuh gadisnya ini begitu kecil.

“Kau mau dengar cerita sebelum tidur?”

Rae Ann seketika menoleh, memandang Kyuhyun dari samping. “Cerita?”

“Hm, bagaimana kalau kita duduk disana saja?” Kyuhyun menunjuk ranjang yang begitu luas dengan selimut tebal berwarna abu-abu.

Rae Ann memandang ragu, ia merasa takut. Dan Kyuhyun tahu itu. “Tenang saja, aku tidak akan berbuat macam-macam jika kau tidak mengijinkannya ataupun memancingku lebih dulu.”

“Ha?” Kyuhyun terkekeh melihat raut polos yang di tunjukan Rae Ann saat ini. Tanpa menunggu ia langsung menarik lengan gadis itu menuju ranjang dan mendudukannya. Kyuhyun mengambil alih bantal dan selimut yang ada dalam dekapan Rae Ann kemudian mengembalikannya ke lemari.

“Kemari, mendekatlah.” Kyuhyun mengisyaratkan agar Rae Ann mendekat padanya. Gadis itu menatap Kyuhyun ragu namun akhirnya mendekat. “Lebih dekat,” Kyuhyun menarik kedua lengan Rae Ann agar lebih dekat sehingga tubuh keduanya saling menempel kemudian Kyuhyun merebahkan kepalanya di kedua paha istrinya.

“Oppa–” lirih Rae Ann yang merasa geli karena rambut Kyuhyun yang menyapa paha polosnya. Kyuhyun menatapnya jenaka. “Wae? Bukankah begini romantis hm?” Goda Kyuhyun dengan senyum khasnya–menyeringai.

Ia ulurkan sebelah tangannya untuk menggapai wajah Rae Ann yang tersipu, ia elus lembut pipi gadis itu. “Maaf membuatmu menangis.”

Rae Ann mengerjap beberapa kali. Kyuhyun meminta maaf lagi padanya dalam sehari ini? Wah, kemajuan.

Jarang-jarang seorang Cho Kyuhyun mau repot meminta maaf padanya.

“Bukankah tadi kau ingin bercerita? Akan aku dengarkan.” Rae Ann mencoba mengalihkan ke topik lain. Kyuhyun mengangguk kecil, “Apa yang ingin kau ketahui dari diriku?”

“Apa?” Rae Ann tidak mengerti maksud Kyuhyun bertanya seperti itu. “Bukankah kita sudah suami istri hm?” Rae Ann mengangguk. “Tentu kau ingin tahu bukan apa yang tidak kau ketahui dalam diriku, termasuk Song Eun Na.” Gadis itu menggigit bibirnya, ragu. “Akan aku ceritakan semuanya. Tapi sebagai balasannya aku akan ajukan beberapa pertanyaan padamu, bagaimana?” Tawar Kyuhyun.

“Baiklah,” putus gadis itu setelah berpikir. Sepertinya tidak ada salahnya ia menjawab beberapa pertanyaan dari Kyuhyun jika itu bisa membuatnya tahu siapa itu Song Eun Na–gadis cantik tadi siang–yang berbicara dengan suaminya.

“Deal?” Kyuhyun mengacungkan jari kelingkingnya, sebagi tanda sepakat. Rae Ann mengangguk dan menautkan kelingking mereka.

“Jadi, siapa itu Eun Na?”

“Kau tidak sabar.” Kekeh Kyuhyun.

“Jawab saja.”

“Oke, oke. Song Eun Na, hobaeku di universitas. Anak dosen pembimbing semester akhir. Gadis itu cukup dekat denganku. Ingat, cukup dekat bukan berarti kekasihku.” Tandas Kyuhyun di kalimat terakhir. “Apalagi yang ingin kau tanyakan?”

“Apa Oppa akan menjawabnya?” Rae Ann memandang sangsi Kyuhyun jika nanti ia menanyakan hal ini apa Kyuhyun akan menjawabnya atau justru mendiamkannya. “Tentu, bukankah aku sudah janji? Maka pertanyaan apapun itu akan aku jawab.” Kyuhyun menatap sungguh-sungguh gadisnya.

Rae Ann menarik nafas sejenak sebelum mengatakannya, “Apa alasan Oppa menerima pernikahan ini? Apa karena Oppa merasa kasihan saja padaku? Seperti yang di katakan Donghae dan Hyukjae?” Rae Ann mengatakannya tidak menatap Kyuhyun yang berbaring di pangkuannya, ia memandang lurus ke depan. Dinding bercat putih gading.

“Sungguh kau ingin tahu alasanku?” Kyuhyun memaksa gadis itu agar menatapnya dan ia mencelos begitu melihat tatapannya begitu sayu. “Apa yang Donghae dan Hyukjae Hyung katakan padamu?”

“Tidak–ada,”

“Dangsineun geojismal! (Kau bohong!).” Kyuhyun bangun dari berbaringnya menjadi duduk dan memaksa gadis itu agar berbalik menghadapnya. “Katakan, apa yang mereka katakan padamu sehingga kau memiliki persepsi seperti itu?!” Kyuhyun sangat tidak suka jika Rae Ann mengiranya ia menikahi gadis ini hanya karena kasihan. Awalnya mungkin memang terpaksa dan ia berfikir Rae Ann adalah gadis yang akan mengusahakan apa saja asal mendapatkan uang.

Ya, Kyuhyun tahu jika Rae Ann lah yang mendonorkan separuh ginjalnya untuk Noona tersayangnya itu–Cho Ahra. Tapi setelah lama ia perhatikanlah gadis itu ia sadar bahwa ia telah salah menilai Rae Ann. Istrinya ini tidak begitu. Ia begitu pendiam dan lembut serta penuh kasih sayang.

“Ann,” desis Kyuhyun tidak sabar. Rae Ann menatapnya dengan wajah sembab. “Aku ingin bertanya satu hal. Apa Oppa mencintaiku?”

Kyuhyun membelalakan matanya, terkejut. “Ke–kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Bukankah wajar aku bertanya seperti itu? Aku hanya ingin tahu. Jika kau tidak bisa menjawabnya berarti benar, kalau kau menikahiku hanya karena kasihan. Kau terpaksa menikahiku karena paksaan dari Ahra Eonni. Kau sudah tahu jika aku yang mendonorkan ginjalku untuk Eonni, maka kau berfikir aku patut dikasihani sehingga kau mau menikahiku!”

Kyuhyun menatap Rae Ann tidak percaya. Gadisnya yang ia kira pendiam ini sekarang berbicara panjang dengannya.

“Aku memang tidak secantik dan sekaya Eun Na. Aku hanya seekor itik yang tidak ada apa-apanya. Dan gadis itu adalah seekor angsa cantik yang dapat menarik perhatian semua orang.” Rae Ann menjeda kalimatnya sejenak, “Aku tidak akan pernah bisa sepertinya. Donghae-ssi benar, seekor itik tidak akan pernah bisa menjadi seekor angsa. Dan Hyukjae-ssi pun benar, aku tidak akan pernah bisa memiliki hatimu karena di dalam sini,” Rae Ann menunjuk dada Kyuhyun dengan tangan bergetar. “Di dalam hatimu hanya ada satu nama, Lee Eun Ji. Kau tidak akan pernah menjadi milikku.”

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. Bahkan ia menggeram tanpa sadar. “Jadi kau percaya ucapan mereka di banding aku–suamimu hm?”

Ingin sekali rasanya Kyuhyun mencium gadis itu sekali lagi, sama seperti tadi pagi–ketika selesai pemberkatan. Membungkam bibir itu agar tidak mengucapkan kalimat yang membuat kedua telinganya berdengung.

Rae Ann menunduk, mengusap kedua pipinya yang basah. Kyuhyun menarik nafas dalam untuk mengurangi emosinya yang menguar.

“Tatap aku,” pinta Kyuhyun dengan suara lembut. “Ann,” tegur Kyuhyun karena Rae Ann masih menunduk. Gadis itu tidak bergeming. “Aku mohon tatap aku, Ann.” Mendengar nada memelas Kyuhyun mau tak mau gadis itu mendongak. Membalas tatapan Kyuhyun yang telah berganti menatapnya begitu lembut dan dalam.

“Kau tidak percaya kan jika aku memang menikahimu karena cinta?” Rae Ann menggeleng lemah.

“Baik, akan aku buktikan bahwa apa yang kau dengar dari Donghae dan Hyukjae Hyung itu salah.”

Detik itu juga Kyuhyun langsung menyatukan indera pengecap mereka. Merasakan bibir istrinya yang bergetar karena masih menangis. Ia tidak perduli jika Rae Ann nanti akan memukulinya ataupun memakinya. Ia ingin menyakinkan istrinya ini bahwa saat ini ia sudah mulai menerima Rae Ann dalam hidupnya dan ia berjanji akan menghapus semua jejak Lee Eun Ji dari hatinya.

Seperti yang di duga Kyuhyun bahwa gadis ini masih diam meskipun ia telah menyudahi kecupannya.

“Ann,” Kyuhyun mengguncangkan sedikit bahu gadis itu, tapi nihil. Istrinya itu masih menatap kosong.

Kyuhyun memiringkan kepalanya, berfikir cara apa yang kan ia gunakan agar Rae Ann tersadar. Ia tersenyum setan. Ia tahu.

Ia kembali mendekatkan wajahnya dengan Rae Ann hingga ia dapat merasakan bibir hangat istrinya lagi. Ia sedikit menekan lembut dan memberinya lumatan-lumatan kecil pada permukaan bibir Rae Ann. “Egh…” Desah Rae Ann tertahan ketika Kyuhyun memaksa bibirnya agar membuka. Gadis itu mencengkeram kaos longgar yang di kenakan Kyuhyun dengan erat. Kyuhyun tidak perduli lagi dengan pukulan istrinya yang ada di dadanya. Ia sudah tidak bisa membendungnya lagi.

“Se–sak,” ucap Rae Ann terputus karena Kyuhyun justru semakin intens memberikan kecupannya di bibir bahkan seluruh wajahnya.

Rae Ann menggeliat ketika merasakan udara dingin menyapa kulitnya. Dan ia memekik kaget karena Kyuhyun telah mencuri start darinya tanpa ijin. Ia menatap tajam suaminya yang kini menatapnya dalam. “I want you, Ann. Let me do it.”

Kyuhyun mengecup kening Rae Ann agar gadis itu percaya bahwa ia telah menaruh separuh hatinya untuk gadis ini–istrinya. Ia mempercayakan kebahagiannya dengan Rae Ann.

“Oppa,”

“Percaya padaku, Ann. Aku janji setelah ini aku tidak akan mengijinkanmu menangis lagi. Dan aku tidak akan membiarkanmu dekat lagi dengan pria itu.”

“Pria? Nugu?”

“Ck, pria pendek itu. Kim In Soo.”

“Oppa! Dia tidak pendek.”

“Kau membelanya huh?”

“Aku tidak mem–aaaa. OPPA! Sakit pabo!! Neo paboya!!” Rae Ann meneteskan airmatanya, menahan sakit dan perih bersamaan. Ia bahkan memukul bahu Kyuhyun sebagai pelampiasan. “Maaf.”

“Beri aku aba-aba lebih dulu, kau pikir itu tidak sakit.” Maki Rae Ann sengit.

Ini aneh sekali kan? Bukankah tadi mereka berselisih tapi kenapa sekarang justru mereka melakukannya?

“Salahmu sendiri yang memujinya.”

“Kau cemburu?” Rae Ann menangkup wajah Kyuhyun dan memaksanya agar mereka bertatapan. Kyuhyun mendengus. “Maaf, aku tidak akan lagi memujinya ataupun pria lain.”

Kyuhyun masih diam, “Oppa?” Tidak ada sahutan. Pria itu justru bangun dari atasnya, duduk membelakanginya.

“Maaf sudah memaksamu.” Lirih Kyuhyun dengan kepala tertunduk dan berdiri, berjalan menuju kamar mandi. Rae Ann mengepalkan tangannya gamam. Ia mengambil bantal dan melemparnya kearah Kyuhyun.

Tepat. Bantal itu mengenai punggung Kyuhyun sehingga pria itu berbalik, memandang Rae Ann yang menyembunyikan wajahnya dengan selimut. Menangis.

“Kau mempermainkanku. Kenapa kau begitu jahat huh?” Maki Rae Ann dengan sesegukan. Kyuhyun berjalan cepat dan segera memeluk gadis itu erat. Ia sudah terlalu sering membuat gadis ini menangis.

“Kau jahat, Oppa. Kau jahat!”

“Arra, aku memang jahat. Lalu, kenapa kau masih bertahan menyukaiku saat kau tahu aku begitu jahat huh? Kenapa kau tidak berpaling saja dariku dan mencari penggantiku? Kim In Soo cukup tampan.”

Rae Ann melepaskan pelukan itu paksa.

Plak

Satu tamparan membekas di pipi kiri Kyuhyun. Gadis itu menatap tajam suaminya. Matanya berkilat-kilat marah.

“Itu karena kau! Karena kau yang aku lihat. Karena kau yang aku ingin. Karena kau yang membuatku begini. Karena kau juga yang membuatku tidak bisa berpaling ke yang lain. Semuanya karenamu..”

“Aku–” Kyuhyun langsung membungkam bibir gadis itu. Melumatnya dengan terburu-buru dan tanpa jeda. Tidak membiarkan istrinya itu mengeluarkan sepatah katapun. Ia tidak ingin dengar apapun lagi dari bibir Rae Ann. Sudah cukup.

“Aa..egh.. Mmmm,” Rae Ann mencengkeram lengan Kyuhyun hingga membekas.

“Maaf. Aku tidak akan melakukan ini jika aku tidak menginginkanmu disisiku. Aku ingin kau percaya padaku Ann, bukan orang lain.” Kyuhyun menghapus airmata yang berhasil lolos dari kedua sudut mata istrinya.

“Aku mencintaimu.” Rae Ann yang tadinya menutup mata kini sontak menatap Kyuhyun tidak percaya. “Aku tahu kau banyak ke kurangan, begitu juga aku Ann. Semuanya tidak ada yang sempurna. Aku justru merasa bahwa kekuranganmu itu sebagai pelengkapku. Kau paham maksudku?”

Rae Ann mengangguk haru. Perasaan begitu lega. Ia tidak salah kan mencintai Kyuhyun, karena pria ini pun memiliki perasaan yang sama dengannya. Yah, meskipun pengungkapannya dengan cara yang tidak biasa.

“Jeongmal gomawo Oppa,”

“Dan hilangkan pikiranmu tentang itik jelek. Bagiku, kau itu angsa yang paling cantik.” Ucapan Kyuhyun kali ini membuat Rae Ann merona malu.

“Oppa!” Rae Ann memukul dada Kyuhyun pelan.

“Aigo.. Betapa manisnya istriku saat ini.” Ucap Kyuhyun dengan terkekeh senang. “Coba kalau–ya!” Kyuhyun menatap tajam istrinya yang menatapnya polos. Rae Ann mencubit perutnya.

“Berhenti merayuku, kau membuatku semakin malu.” Desis Rae Ann sebagai tanda protes. Kyuhyun menyeringai, “Oh.. Jadi kau ingin seperti ini hm, kau tidak sabar sekali, Yeobo.”

“Ya! Ya! Sudah ku bilang pelan-pe–mmmm.”

“Kau diam saja uri Yeobo. Jangan banyak bicara, ok?” Kyuhyun mengaitkan tangan mereka. “Aku hanya akan membiarkanmu menangis malam ini, tapi tidak untuk seterusnya. Aku janji.” Kata Kyuhyun mantap.

“Hm, aku tahu. Dan aku percaya. Saranghanika, nae nampyeon.”

Finish!!

8 comments

  1. mnrtku alurnya agak loncat loncat..d depan dblg kyu g tau raeann yg donorin ginjal eh dibelakang kyu jd tau…
    tp mrka romantiss…heheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s