Mommy For Daddy Chapter 1

image

Author : Blue Rose

Title : Mommy For Daddy Part 1

Genre : Family, Romance

Lenght : Chapter

Rate : PG16

Cast : Lee Donghae, Lee Yookyung / Kim Raeann, Lee Haera, Others

Hai….
Ada yang inget sama cerita yang satu ini?
Sebenarnya ini udah pernah aku posting, tapi terpaksa mandeg di tengah jalan. Selain karena insiden kecil, ide pun tiba-tiba ilang. Ga ada mood buat lanjutin lagi.

Dan, baru sekarang aku lanjut.
Tapi ini ga sama kaya MFD yang pertama aku post. Ada tambahan sana-sini.
So, bagi yang mau baca ulang aku ucapin “Terimakasih” .🙂

©©©

Rintik hujan masih setia membasahi sebagian belahan bumi. Basah dan dingin. Membuat sebagian orang enggan untuk keluar rumah.
Pohon cemara yang tumbuh depan rumah minimalis bercat putih gading itu tampak meliuk mengikuti gerakan angin yang bertiup.

Seorang gadis yang duduk di sofa dengan menopang dagu serta menatap keluar dari balik jendela ruang tamu tidak menyadari kehadiran seseorang yang kini tengah berdiri disampingnya.

“Kau belum bisa melupakannya?”

“Ma…” Desah gadis itu terkejut dengan kehadiran ibunya yang tidak ia sadari. Di tatapnya sang ibu yang kini duduk disampingnya.

“Kau ingin bertemu dengannya, Ann?” Wanita paruh baya itu membelai lembut pipi putrinya. Gadis itu meraih tangan ibunya kemudian menggenggamnya. “Pergilah kalau kau ingin. Sebelum semuanya terlambat.” Sambungnya dengan tatapan lembut.

“Untuk apa, Ma? Aku dan dia tidak pernah ada apa-apa, kami hanya berteman.”

“Tapi kau mencintainya, Ann. Mama tahu itu. Kau anak Mama, tentu saja Mama tahu perasaanmu.” Sela ibunya cepat. “Seharusnya dulu Mama tidak memaksamu untuk ikut kemari, Maafkan Mama, Ann.”

Rae Ann segera memeluk ibunya. Diusapnya dengan lembut punggung ibunya, “Itu keputusanku, Ma. Bukan Mama yang memaksanya.”

“Tapi karena Mama bercerai dengan Papamu, makanya kau ada disini sekarang.”

“Ma, cukup. Bukankah sudah ku bilang, aku ikut dengan Mama atas kehendakku sendiri, bukan orang lain.” Di tatapnya wanita yang sudah melahirkan dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang hingga detik ini. Wanita yang sangat ia sayangi dan hormati. Seorang ibu yang sangat hebat baginya.

“Pergilah, temui dia sebelum kau menyesal. Mama tidak ingin kau menyesal setelah semuanya terlambat.”

“Tapi aku sudah terlambat, Ma.” Sahut Raeann dengan menunjuk jari manis tangan kirinya yang tersemat cincin putih polos. Yang di dapatnya tahun lalu.” Aku sudah tidak mungkin menggapainya meskipun aku ingin,”

“Bisa. Mama yakin kau bisa. Pergilah dan gapai kebahagiaanmu sendiri. Mama tahu ini terlambat, tapi Mama pun tidak ingin kau menyesal, Ann.” Sebagai seorang ibu tentu ia ingin melihat anaknya bahagia. Dan ia tidak ingin jika putrinya ini menyesal nanti. Dan sekaranglah kesempatannya.

“Kenapa Mama begitu yakin?” Raeann menatap ibunya lekat. Ia ingin tahu kenapa ibunya ini tiba-tiba begini.

“Insting seorang ibu 90% tepat, Ann.” Jawab wanita yang kini sudah memasuki usia setengah abad itu. Digenggamnya jemari Raeann dan meremasnya lembut. “Pergilah, Mama tahu kau selama ini memendam semuanya sendiri. Tidak pernah mau bercerita dengan siapapun. Mama tidak ingin kau menyesal karena menyia-nyiakan kesempatan ini. Mama akan bicara dengan Papamu nanti,”

“Ma!” Seru Raeann dengan melepaskan tangannya, “Papa akan kecewa, Ma. Tidak, aku tidak akan pergi. Dan aku pun tidak ingin mengecewakan semua orang.” Raeann menggelengkan kepalanya keras. Menolak permintaan ibunya.

Untuk apa ia pergi kesana jika ia sudah bertunangan?
Dan lagi, dia pasti sudah menikah.

Ia bukan gadis yang akan tega merebut suami atau kekasih orang. Terlebih pria itu adalah kekasih dari sahabat yang sudah dianggapnya kakak sendiri. Ia tidak setega itu. Itu egois.

“Lalu apa kau pikir Mama tega melihatmu menderita karena menikah dengan orang yang tidak kau cintai?” Airmata itu jatuh dengan cepat tanpa bisa di cegah.  Raeann merasa sakit melihat ibunya menangis. Untuk kedua kalinya ia melihat wanita itu menangis di depannya. Saat memutuskan kembali ke Indonesia karena perceraiannya dan sekarang. Selama menetap 8 tahun ini, ia jarang bahkan tidak pernah melihat ibunya menangis, jika bersamanya. Tapi kini wanita itu menangis karenanya.

“Ma… Maafkan Ann, Ma.” Di peluknya sang ibu erat. Tanpa sadar ia pun ikut menangis. Ia merasa gagal karena telah mengingkari janjinya. Setelah ibunya bercerai dengan ayahnya dan memutuskan kembali ke negara ibunya, ia berjanji untuk tidak membuat ibunya sedih dan menangis. Tapi kini ia melanggar janjinya sendiri.

“Pergilah, Mama yakin jika dia pun menunggumu.” Ditatapnya Raeann sungguh-sungguh. “Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin.” Mama akan bicara dengan Papa nanti.”

Raeann menatap ibunya tidak percaya, “Kenapa tiba-tiba Mama begini? Tidak, Ma. Ann tidak mau mengecewakan Papa. Tidak.” Meskipun ayahnya yang sekarang bukan ayah kandungnya, tetap saja ia tidak ingin mengecewakan pria itu. Pria yang begitu tulus menyanyanginya seperti anak sendiri, yang selama 8 tahun terakhir ini memberikan kasih sayang seorang ayah padanya. Ia tidak mau di anggap anak tidak tahu diri.

“Ada apa ini?” Suara serak yang begitu khas membuat anak dan ibu itu serentak membalikan badan mereka.

“Papa…” Gumam keduanya bersamaan.

Pria paruh baya itu menyerngit heran. “Ada apa?” Tanyanya dengan melangkah mendekati anak dan ibu yang kini saling tatap.

“Tidak ada apa-apa, Pa.” Raeann berusaha merubah raut tegangnya. Gadis itu tampak was-was ketika pria yang sudah seperti ayahnya itu menatapnya penuh tanya.

“Tidak apa-apa? Lalu kenapa Mama menangis?” Raeann menahan nafasnya, ia melupakan jika ibunya tadi sedang menangis dan kini pasti wajahnya masih sembab.

“Ah itu..” Raeann terlihat bingung akan mengatakan apa. Namun ibunya dengan cepat tersenyum, “Ada yang ingin Mama bicarakan dengan Papa.. Kita bicara di ruang tamu saja ya?” Wanita baya itu menarik lengan suaminya agar mengikuti langkahnya. Raeann mendesah pasrah. Mudah-mudahan saja ibunya tidak mengutarakan keinginannya tadi, harapnya.

@@@

Disebuah rumah bergaya eropa dengan cat warna putih sudah terdengar suara-suara yang cukup memekakkan telinga, padahal hari masih cukup pagi untuk memulai aktifitas di pagi hari, terlebih ini hari libur. Karena waktu menunjukkan masih jam 04.00 dini hari.

“Pokoknya sekali Appa bilang tidak ya tetap tidak, tidak ada tapi-tapian!” Ucap seorang pria dengan tegas dan penuh penekanan. Membuat gadis kecil yang sedang duduk disebrang sofa langsung menundukan kepala serta meremas kedua tangannya. “Sekarang pergi kekamar dan tidur. Ini masih sangat pagi,” lanjutnya lagi.

“Nde, arraseo.” Sahut gadis kecil itu dengan lirih kemudian beranjak dari duduknya untuk menuju kamarnya dilantai dua.

Donghae, pria itu menghela nafas dengan keras dan mengacak rambutnya gemas. “Ash.. Haera pasti menangis sekarang. Mina-ah maafkan aku karena membentak anak kita.” Sesalnya dengan menatap photo pernikahan yang terpampang di depannya, lebih tepatnya kearah gadis cantik dengan gaun pengantin dan tersenyum bahagia. Lee Mina–istrinya–wanita yang amat ia cintai.

Setelah ia sibuk dengan pikirannya yang kembali mengenang masa-masa sewaktu mereka bersama dulu, Donghae dengan langkah lebar menuju kamar Haera, anaknya. Ia ingin meminta maaf karena telah membentaknya ketika Haera meminta ijin untuk ikut tamasya bersama teman sekolah tapi Donghae tidak memberi ijin.

Setelah sampai di depan kamar Haera, Donghae memutar kenop pintu dengan pelan dan ia melihat Haera sudah terlelap.
Ia berjalan perlahan menuju ranjang Haera kemudian ikut berbaring disebelahnya. Donghae memperhatikan kamar anaknya sesaat, ruangan yang berwallaperkan Winny The Pooh, serta cat dinding berwarna biru adalah kesukan Haera. Persis seperti mendiang istrinya yang sangat menggemari Winny The Pooh meskipun sudah dewasa sekalipun. Pandangannya kemudian berallih pada gadis kecil yang sedang terlelap dengan damai, polos seperti malaikat.

“Kenapa kau harus pergi secepat ini Mina-ah? Lihatlah anak kita sangat mirip denganmu, semuanya mirip denganmu. Hanya mata dan hidung yang mirip denganku, bahkan sifatnya saja sama persis denganmu, cengeng dan pendiam. Tapi meskipun begitu aku sangat mencintai kalian berdua.” Donghae menatap Haera yang tertidur dengan menangkup photo Mina. Sepertinya Haera tertidur setelah lelah menangis.

Donghae memindahkan photo itu dengan perlahan agar Haera tidak tertanggu, lalu meletakannya di meja kecil samping tempat tidur.

“Ra-ya.. Maafkan Appa eoh? Sungguh Appa tidak bermaksud membentakmu ataupun melarangmu untuk pergi bersama teman-temanmu. Appa hanya khawatir akan alergimu terhadap hawa dingin, terlebih saat ini cuaca sangat tidak menentu, siapa yang akan menjagamu nanti kalau kau sakit hm? Appa tau disana pasti ada guru yang menjagamu, tapi tetap saja Appa merasa khawatir. Maafkan Appa ne?” Ungkap Donghae dengan memeluk tubuh mungil anaknya, kemudian ikut memejamkan mata.

@@@

Raeann menunggu dengan gelisah di tempat duduknya. Gadis itu berulang kali meremas tangannya dan ketika seorang gadis menghampirinya ia sontak berdiri.

Ini sudah keputusannya beberapa bulan lalu, setelah berdebat dengan ibunya tentunya. Ia sejujurnya tidak ingin kesini lagi, tempat atau negara ini. Tempat dimana ia dilahirkan dan di besarkan. Korea. Dan tempat ini pula ia menemukan cinta pertamanya, tapi itu masalalu. Sebuah kenangan. Mungkin, akan lebih baik ia simpan dan jangan mengingatnya. Karena saat ini tujuannya bukan untuk menggapai cintanya yang belum tersampaikan. Ini hanya sebuah kunjungan, yah… kunjungan. Anggap saja begitu.

Karena bagaimanapun, ia tidak ingin melakukan apa yang diminta oleh ibunya. Meraih cintanya.

Lagipula, ia sudah mempunyai seseorang yang setia menunggunya disana. Ia tidak ingin mengecewakan orang itu dan juga ayahnya.

Nona Lee Yoo Kyung, anda dipanggil Direktur,” ucap seorang gadis dengan pakaian formal, yang diketahui oleh gadis bernama Yoo Kyung sebagai sekertaris pribadi Cho Kyuhyun, Direktur sebuah lembaga pendidikan yang cukup terkenal di Seoul bahkan Jepang dan Taiwan.

Kyuhyun adalah pria tampan yang mempunyai sejuta pesona, menurut teman-teman wanita di sekolahnya dulu yang menjadi sunbaenya saat sekolah dulu.

“Annyeong haseyo..” salamnya begitu pintu ruangan Kyuhyun dibuka.

“Annyeong..” Kyuhyun menyahut tanpa melihat siapa tamu yang datang karena ia sedang melihat daftar laporan. Ia segera meletakannya begitu mendengar pintu tertutup, ia ingin melihat siapa tamunya dan ia terpaku begitu mendapati seorang gadis cantik sedang tersenyum padanya, tapi kemudian ia mengerutkan alisnya, bingung juga heran.

“Mianhamida agashi, nuguseyo?” Tanyanya bingung karena merasa tidak mengenal gadis yang saat ini sedang berjalan kearahnya.

“Jahat sekali kau tidak mengenalku Tuan Cho!” Sahut gadis yang kini sudah berdiri dihadapan Kyuhyun.

“Baiklah sepertinya aku harus memperkenalkan diri lebih dulu hm? Annyeong haseyo, naeun Kim Rae Ann imnida.” Ucap Yoo Kyung dengan membungkukan badanya.

“Kim Rae Ann?” gumam Kyuhyun dengan berfikir.

Sepertinya aku pernah mendengar nama itu, tapi dimana? Ah ya, bocah itu! Tapi dia kan sedang di Indonesia sekarang, hahh..aku jadi merindukanya. Seperti apa ia sekarang eoh? batin Kyuhyun berucap.

“Tunggu.. Bukankah yang akan bertemu denganku itu Lee Yoo Kyung, kenapa jadi anda, Rae Ann-ssi?” Tanya Kyuhyun setelah ingat perkataan Rail, sekertarisnya bahwa ada seorang gadis yang ingin bertemu dengannya dan gadis itu bernama Lee Yoo Kyung bukan Kim Rae Ann.

Aneh.
Apa sekertarisnya salah menyebutkan nama?

“Nde, itu memang namaku, Tuan Cho.”

“Tapi, tadi kau memperkenalkan dirimu dengan Kim Rae Ann kenapa sekarang mengaku Lee Yoo Kyung?”

“Tsk! Apa kau sudah melupakanku Tuan Gaemgyu?” Seru Yoo Kyung dengan menekankan kata ‘Gaemgyu’.

Kyuhyun langsung mengingat Rae Ann begitu kata ‘GaemGyu’ terlontar, hobaenya sewaktu sekolah dulu yang sangat dekat denganya juga teman-temanya.

Rae Ann, gadis dengan pipi chubby, ceria, aktif dan murah senyum kebalikan dari Park Mina kekasih Donghae yang kini sudah menjadi istrinya. Gadis yang menyukai Donghae, sahabatnya, tapi tidak mau berkata jujur sampai gadis itu pindah ke Indonesia ikut dengan sang ibu karena bercerai dengan suaminya.
Dan kata Gaemgyu adalah julukan dari Rae Ann karena hobbynya yang bermain game!

“Rae Ann? Kau Rae Ann kami?!” Ucap sebuah suara dari arah belakang, membuat Yoo Kyung dan Kyuhyun mengalihkan pandangan mereka.

“Hyung..”

“Oppa..”

Panggil Yoo Kyung dan Kyuhyun secara bersamaan begitu mengenali siapa orang itu.

“Kau benar Rae Ann agashi?” Tanya pria yang kini mulai berjalan kearah mereka.

“Nde, aku Rae Ann Oppa,” sahut Yoo Kyung dengan mata berkaca-kaca. Ia tidak menyangka akan bertemu dengan Oppa kesayangannya, Lee Sungmin. Pria berparas manis dan selalu bersikap lembut pada semua wanita, yang selalu di panggilnya Minnie oppa atau Pinky oppa.

“Sungguh kau Rae Ann?” Ulang pria itu yang tak lain adalah Lee Sungmin. Ia ingin memastikan bahwa gadis ini adalah Rae Ann, hobae yang sangat mereka sayangi.

Yoo Kyung mengangguk sebagai jawaban ‘ya’, ia tidak sanggup berbicara karena tenggorokanya terasa tercekat dan pandangannya mulai mengabur akibat air mata yang menggenang di pelupuk mata.

Sungmin merengkuh tubuh Yoo Kyung ke dalam pelukannya, membuat Yoo Kyung tidak bisa membendung air matanya lagi.
Ia ikut memeluk Sungmin dengan melingkarkan kedua tanganya di pinggang pria itu.

**

“Ya! Kau jahat sekali huh pergi dan datang seenak jidatmu?! Kau tidak tau bagaimana cemasnya kami saat itu karena kau tidak mengabari kami. Dan Kyuhyun pun sama saja! Dia memberi tau kami setelah kau pergi 2 bulan, itu pun kami paksa bicara,” sungut Sungmin begitu mereka berada di luar, tidak lagi di kantor Kyuhyun.

Yoo Kyung mengulum senyum mendengar celotehan Oppanya, sedangkan Kyuhyun hanya memajukan bibirnya kedepan. Ia jadi ingat tentang kejadian 8 tahun silam ketika ia diancam oleh Hyung juga teman-temannya yang akan menjual dan membakar semua gadget serta kaset game yang ia punyai. Sehingga ia memilih mengatakan yang sebenarnya.

Kini mereka; Sungmin, Kyuhyun dan Yoo Kyung sedang berada di luar, tepatnya di sebuah café untuk makan siang sekaligus melepas rindu serta berbagi cerita. Karena sepertinya mereka berdua ingin mengetahui bagaimana kehidupan Rae Ann yang yang kini mengganti nama menjadi Lee Yoo Kyung selama di Indonesia, negara kelahiran ibunya.

“Ngomong-ngomong, bagaimana kabar mereka?” Raeann menatap Sungmin dan Kyuhyun bergantian.

Continue…
PS : Mohon maaf jika masih ada typo yang nyelip. :p
Terimaksih :*

10 comments

  1. Mina pasti sudah meninggal, jadi Yookyung punya kesempatan. Dan sepertinya Yoo akan mengajar di sekolah Haera, kesempatan buat Hae-Yoo bertemu.

  2. istri donghae meninggal ya? Boleh dong daftar thor kkkk
    o.o ceritanya cinta bertepuk sebelah tangan , next next ya

  3. Lagi musim bgt yah 2 sahabat suka ama orang yg sama! Heuhh…jadi istrinya donghae udah meninggal? Trus yookyung itu mantannya?atau gimana? Next aja dah!

  4. Maksudnya kabar mereka itu siapa ya ??

    Terus si Donghae itu udah nikah punya anak, terus Mina itu kemana ? Apa dia meninggala atau apa ?

  5. pertama baca masih agak bingung sih sama nama2 castna 😁
    tp bagus ko……lanjut ahhhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s