My Maid Is My Love And My Wife

wpid-PicsArt_1389626783141.jpg

Author : bluerose8692

Title : My Maid Is My Love And My Wife

Genre : Sad, Romance, Family

Lenght : Oneshot

Rate : PG16

Cast : Cho Kyuhyun, Song Yoo Kyung

“If love was a mistake and I will make it the most beautiful mistake in my life. If hopened like wet thread I will not throw away time to keep trying even thought it does look impossible.”Read More

Pagi telah datang menjelang, menggantikan peran sang malam. Matahari yang bersinar dengan cerah terasa hangat dan embun pagi yang menetes terlihat sangatlah segar. Jalanan pun sudah mulai ramai dengan kendaraan yang berlalu lalang, tapi sepertinya hal itu tidak berpengaruh terhadap pria yang satu ini, buktinya dengan seorang gadis yang sudah bernyanyi dengan merdunya tidak mengusik acara tidur pria ini.

“Cho Kyuhyun!!! Palli irreonna!” Suara yang melebihi batas wajar itu kembali terdengar namun tetap tidak berpengaruh terhadap pria yang masih menutup kedua matanya dengan damai, sepertinya suara yang berasal dari gadis yang tak lain adalah kakak perempuannya itu ia anggap sebagai lagu lulabi untuknya.

Cho Ahra, anak gadis keluarga Cho, pemilik Sky Enterprise itu mendecak sebal mendapati sang adik yang tidak menggubris teriakannya sejak setengah jam lalu.

“Kyu..” Belum sempat Ahra melanjutkan kalimatnya sudah di potong oleh Kyuhyun. “10 menit lagi Yoo-ya, aku masih mengantuk,” gumamnya dengan nada mengantuk.

Ahra semakin sebal mendengarnya dan dengan entengnya ia mendeplak kepala Kyuhyun dengan bantal guling, membuat Kyuhyun sedikit mengerang dan mau tidak mau membuka matanya.

Dengan kesal Kyuhyun bangun dari tidurnya dan bersiap akan memprotes atas tindakan yang dilakukan oleh orang yang sudah bertindak kasar padanya, namun ketika mengetahui bahwa yang melakukan itu bukanlah orang yang dimaksud ia segera mengurungkan niatnya.

“Nuna, sejak kapan kau pulang?” Ujar Kyuhyun dengan cengiran bodohnya begitu mengetahui sang kakak yang berada di Canada kini ada dihadapanya. Ahra mendengus melihat adiknya yang tidak pernah berubah, sejak dulu. “Apa tidak boleh aku pulang huh?”

“Tentu saja boleh, siapa yang bilang tidak boleh?”

Ahra menatap Kyuhyun kemudian menggelengkan kepalanya pelan. “Cepat bangun sekarang juga kalau kau tidak bangun juga aku akan mengirim Kyungie ke Canada nanti.”

“Mwo? Yak! Kau tidak boleh membawanya nuna,” seru Kyuhyun cepat namun tidak dihiraukan oleh Ahra yang beranjak berjalan keluar kamar.

Kyuhyun mengacak rambutnya yang tadinya berantakan kini semakin berantakan. “Kalau Yoo Kyung pergi siapa yang akan mengurusiku nanti?”

Ahra berbalik sebelum menghilang dibalik pintu. “Kau itu sudah dewasa Kyu, jadi sudah sewajarnya kau mengurusi dirimu sendiri. Ingat, kalau kau tidak segera turun dalam waktu setengah jam aku jamin kau tidak bisa melihat Kyungie lagi.”

“Yak!! Nuna kau tidak boleh membawanya pergi. Andwae!!” Pekik Kyuhyun segera beranjak dari ranjangnya dan menuju kamar mandi setelah menyambar handuknya yang sudah disiapkan Yoo Kyung, gadis yang sejak 7 tahun lalu menjadi maidnya yang terpaut 3 tahun darinya.

***

Ruang makan yang biasanya sepi kini ramai dengan pertengkaran-pertengkaran yang dilakukan Kyuhyun dengan Ahra. Seorang gadis dengan memakai pakaian santai terlihat tidak terusik dengan pertengkaran yang dilakukan oleh kakak-beradik itu.

“Yoo-ya kenapa kau bisa bertahan dengan setan game ini huh? Kalau aku pasti sudah mati berdiri mengurusinya. Lebih baik kau bekerja di kantor saja Yoo dari pada mengurusi bocah setan ini.” Kata Ahra dengan sedikit melirik Kyuhyun yang menatapnya tajam.

Yoo Kyung tersenyum tipis menanggapi kalimat Ahra. “Nde, sepertinya usul Nona bagus juga, apa lebih baik aku bekerja di kantor saja ne?” sahut gadis itu dengan terlihat berpikir, berniat menggoda Kyuhyun.

“Nde aku dukung kau Yoo. Kalau kau ingin bekerja di kantor, aku akan bicara dengan Appa nanti.” ujar Ahra dengan semangat, mengabaikan Kyuhyun yang terlihat begitu kesal. Bahkan ia hanya mengaduk-aduk nasinya saja.

Kyuhyun langsung berdiri dari duduknya. “Aku sudah kenyang. Aku tunggu diluar Yoo.” Ucap Kyuhyun datar dan segera berlalu pergi.

Ahra dan Yoo Kyung saling pandang kemudian tertawa bersama. “Kau lihat raut wajahnya tadi? Seperti cucian baju yang tidak pernah di setrika.” Ahra senang karena berhasil menggoda sang adik.

“Nde, Nona benar.”

“Aish kau ini, bukankah sudah ku bilang untuk memanggilku Eonnie eum? Kenapa masih Nona terus? Kau itu sudah tinggal dirumah ini sudah 7 tahun Yoo dan sudah aku anggap adikku sendiri. Tsk.”

“Tidak terbiasa, lebih enak dengan panggilan ‘Nona’, lagi pula itu terdengar kurang sopan. Saya ‘kan hanya pelayan dirumah ini.”

Ahra menggelengkan kepalanya, tidak sependapat dengan kalimat gadis yang duduk disebelah kirinya. “Apanya yang kurang sopan? Kau itu sudah seperti keluarga kami Yoo, bahkan Appa dan Eomma pun sudah menganggapmu anak sendiri. Jadi biasakan lah.”

Yoo Kyung hanya tersenyum dan mengangguk saja.

“Oh ya, apa kau sudah punya kekasih eoh?” Tanya Ahra tiba-tiba membuat Yoo Kyung tersedak dengan air minum yang diminumnya. Ahra mengulurkan tissue yang langsung diterima oleh Yoo Kyung.

“Mwo, kekasih? Anniya.” jawab Yoo Kyung begitu selesai melap bibirnya.

Ahra melebarkan matanya tidak percaya. “Jadi kau belum pernah pacaran? Kau ini sudah 21 tahun tapi belum sekalipun berpacaran?” Seru Ahra dengan keras membuat Yoo Kyung menutup kedua telinganya.

“Nde.” sahut Yoo Kyung polos dan Ahra mendecak.

“Kau itu terlalu sibuk mengurusi Kyuhyun Yoo, kapan kau akan memikirkan dirimu sendiri.” Lirih Ahra dengan menatap Yoo Kyung sayu. Ia jadi merasa bersalah karena membiarkan Yoo Kyung sibuk dengan segala urusan Kyuhyun sehingga mengabaikan kehidupannya sendiri.

“Jangan menatapku seperti itu Nona,” tegur Yoo Kyung begitu mendapati Ahra menatap dengan tatapan sendu.

“Kau juga perlu merasakan kebahagiaan Yoo. Apa kau tidak ingin merasakan yang namanya jatuh cinta lalu menikah? Masa iya kau akan sampe tua menjadi maid, menjadi pelayan dirumah ini?”

Yoo Kyung menundukan kepala dan menarik nafas dalam kemudian mengeluarkan secara perlahan. “Aku tau, tapi…”

“Yoo!! Aku sudah menunggumu lebih dari 15 menit. Palliyo.” Seru Kyuhyun menginterupsi kalimat Yoo Kyung, suaranya berasal dari arah ruang tamu. Sebenarnya Kyuhyun mendengar semua pembicaraan antara Yoo Kyung dan Ahra sedari tadi dan ia sengaja berteriak ketika Yoo Kyung akan berbicara. Entah kenapa Kyuhyun merasa tidak siap bila Yoo Kyung, gadis yang selama 7 tahun selalu berada disisinya itu akan pergi jauh darinya. Terdengar egois memang, tapi itulah kenyataannya.

“Nona aku pergi dulu ne, annyeong.” Yoo Kyung segera bangkit dari duduknya dan menyusul Kyuhyun. Ahra menatap kepergian Yoo Kyung dengan pandangan sendunya. “Aku tau kau berat untuk meninggalkan Kyuhyun, benar kan Yoo?” lirihnya entah pada siapa. Ya, Ahra tau bahwa gadis itu memiliki rasa untuk adik laki-lakinya. Bagaimana pun Yoo Kyung menyembunyikan perasaanya Ahra adalah seorang wanita, terlebih ia lulusan psikolog.

***

“Kyu, kenapa aku juga harus ikut? Aku tidak mau,” rengek Yoo Kyung dengan menghentakan langkahnya agar Kyuhyun berhenti menyeretnya. Kyuhyun berbalik dan menatap tajam Yoo Kyung, membuat gadis itu mendelik kesal dan menahan amarahnya sejak Kyuhyun seenaknya memaksa untuk ikut acara pesta ulang tahun temannya yang di adakan disebuah vila. Padahal itu hal yang paling dibencinya, tentu saja Kyuhyun pun tau akan hal itu tapi tetap saja memaksa.

“Ayolah Yoo, kau sudah cantik tidak perlu minder dengan orang-orang yang ada disana.” ucap Kyuhyun jujur, malah bila dibandingkan dengan teman gadisnya Yoo Kyung lah yang lebih cantik dengan gaun yang dipakainya saat ini ditambah dengan make-up yang tidak terlalu tebal, sangat cantik. Kulit putih bersih, berparas cantik meskipun tanpa make-up. Yah, meskipun tingginya tidak sebahu Kyuhyun =.=
Tapi tidak mengurangi kadar kecantikan yang ada dalam diri gadis itu, malah terkesan imut. ^^
Itulah kesan Kyuhyun sewaktu pertama kali melihat Yoo Kyung selesai mengganti bajunya.

“Bukan itu, Kyu..,” lirih Yoo Kyung dengan menunduk. Kyuhyun menarik nafas kasar kemudian menyentuh bahu Yoo Kyung yang terbuka akibat gaun yang tanpa lengan.

“Lalu apa? Tenang saja aku tidak akan meninggalkanmu sendirian disana. Aku janji. Kau tau bukan kalau sampai aku meninggalkanmu pasti Appa dan Eomma akan memarahiku terlebih Nuna.”

Yoo Kyung menatap Kyuhyun ragu, entah mengapa hatinya merasa tidak tenang sejak Kyuhyun mengajaknya pergi. Apa ini hanya perasaan nervous saja atau yang lainnya.

“Tapi…” Kyuhyun tidak menghiraukan Yoo Kyung, ia segera menggenggam jemari Yoo Kyung dan melangkahkan kakinya, membuat Yoo Kyung berusaha menahan mati-matian debaran jantungnya yang begitu keras ditambah dengan wajahnya yang terasa panas. Meskipun mereka sering bergandengan tapi sepertinya kali ini terasa lain bagi Yoo Kyung.

Keramaian yang diakibatkan banyaknya tamu yang hadir di pesta itu semakin membuat Yoo Kyung mengeratkan genggamannya pada Kyuhyun, sehingga Kyuhyun meremas lembut jemarinya. “Gwaenchana, Yoo.” Bisik Kyuhyun dengan senyum dan senyuman itu menular pada Yoo Kyung.

“Kita kesana ne? Aku akan bertemu Donghae Hyoeng,” ajak Kyuhyun yang hanya diikuti langkah ragu Yoo Kyung. Sebenarnya Yoo Kyung enggan untuk bertemu dengan keluarga Lee yang menurut Yoo Kyung sangat aneh karena selalu menatap dirinya dengan pandangan sulit diartikan, terlebih Donghae putra kedua dari keluarga Lee.

“Annyeonghaseyo Eommonim.” sapa Kyuhyun pada wanita paruh baya yang yang sedang berbicara dengan anak sulungnya, Lee Donghwa.

“Annyeong.. Aigo Kyunie.. Boghoshippoyo.” Nyonya Lee segera menolehkan kepalanya dan begitu mendapati Kyuhyun yang menyapanya ia segera memeluk Kyuhyun yang sudah ia anggap anak sendiri, ia mengalihkan pandangannya dan mendapati seorang gadis cantik berdiri disebelah Kyuhyun.

Nyonya Lee memandang Yoo Kyung lama sehingga membuat gadis itu menundukan kepalanya. “Eommonim, kenalkan ini Yoo Kyung.” ucap Kyuhyun yang mengerti akan tatapan mata Nyonya Lee.

“Annyeonghaseyo.” Yoo Kyung menyapa Nyonya Lee dan membungkukan badanya.

“Rae Ann…” Gumam Nyonya Lee dengan menatap Yoo Kyung lekat. Donghae segera mendekat kearah ibunya. “Eomma, dia bukan Rae Ann, Eomma,” bisiknya ditelinga sang ibu.

Nyonya Lee memandang putranya kemudian kembali menatap Yoo Kyung. Kyuhyun yang tidak mengerti hanya memandang orang-orang disekitarnya bergantian. “Aku tinggal dulu Kyu.” Ujar Donghae kearah Kyuhyun. “Kajja eomma, akan aku jelaskan.” Ajak Donghae dengan membimbing ibunya.

“Kyu, kita bicara sebentar?” Ucap Donghwa dengan mengisyaratkan agar Yoo Kyung tetap tinggal.

“Yoo, kau tunggu sebentar disini, sebentar ne? Aku akan segera kembali.” belum sempat Yoo Kyung membuka bibirnya Kyuhyun sudah berlalu dari hadapanya, menyusul Donghwa yang sudah berjalan didepanya.

***

“Tsk, menyebalkan sekali. Lihatlah Yoo gaunmu saja tidak bisa melindungi tubuhmu dari angin malam. Akan aku cincang kau Kyu karena memilihkan gaun seperti ini dan lagi kau meninggalkanku sendirian disini.” Gerutu seorang gadis dengan mengusap kedua bahunya yang terbuka.

Yoo Kyung memandang sekelilingnya, banyak pasang mata yang terus memperhatikanya sejak tadi terlebih pria. “Oh come on, please don’t stare at me like that. Would you guys like to prey on me alone.” Lirihnya dengan mengedarkan pandangan, berusaha mencari Kyuhyun diantara banyaknya orang yang ada dalam pesta yang bertemakan outdoor.

“Annyeong…” Sapa seorang pria dengan senyum manis dari arah belakang, Yoo Kyung membalikan tubuhnya kemudian tersenyum begitu mengetahui siapa orang yang menyapanya. “Annyeong..”

“Sendiri?” Tanya pria yang diketahui Yoo Kyung bernama Choi Siwon, teman Kyuhyun yang sudah lama dikenalnya. Yoo Kyung tersenyum “Anni, bersama teman. Kau?”

Siwon tertawa membuat Yoo Kyung menyerngit bingung. “Waeyo?”

“Aku tau kau datang dengan Kyuhyun dan sekarang sedang mencarinya, benar?”

Yoo Kyung tersenyum masam. “Nah itu kau tau tapi masih bertanya.” Mereka tidak sadar dengan seseorang yang sedari tadi memperhatikan keakraban keduanya.

Kyuhyun memandang kesal kearah dua orang yang sedang tertawa dan semakin menambah kadar kemarahanya ketika Siwon memakaikan jas yang di pakainya pada Yoo Kyung. Dan tanpa banyak kata Kyuhyun langsung pergi begitu saja, tadinya ia ingin mengajak Yoo Kyung untuk pulang dan meminta ma’af karena sudah meninggalkannya cukup lama.

***

Yoo Kyung dengan kesal melangkahkan kakinya menyusuri jalanan yang sudah cukup sepi, ia memandang sekelilingnya, sepi dan gelap. Selain itu jalan yang dilaluinya pun jarang dilalui kendaraan ditambah dengan angin yang berhembus cukup kencang membuat gadis itu berulang kali mengusap bahunya.

“Coba aku tadi terima tawaran Siwon Oppa pasti aku sudah sampai rumah sekarang.” Sesal gadis itu yang menolak ajakan Siwon untuk mengantarkanya pulang.

“Kau menyebalkan sekali Kyu, meninggalkanku disana. Kau ada dimana sekarang? Apa kau sudah pulang atau sedang bersama teman-temanmu sehingga melupakanku?” Lirihnya dengan air mata yang mulai mengalir.

Yoo Kyung menghapus air matanya kasar dan melihat gelang tangan yang dipakainya. “Coba tadi aku tidak menjatuhkan gelang ini pasti tadi tidak akan lama,” gumamnya lagi dengan mendekap tangan kirinya yang terpasang gelang rantai putih dengan bandul lumba-lumba. Gelang itu tadi sempat hilang sehingga Yoo Kyung mencarinya dibantu dengan Siwon, mungkin bagi orang lain gelang itu hanyalah gelang biasa tapi bagi Yoo Kyung gelang itu sangatlah berarti untuknya. Gelang yang dibelikan Kyuhyun sewaktu ulang tahunannya yang ke17, yang Kyuhyun bilang gelang itu dipesan khusus untuknya.

Halilintar mulai bergemuruh ditemani dengan rintik hujan mulai membasahi bumi. Yoo Kyung menghentikan langkahnya dan mendongak, menatap langit malam yang terlihat hitam pekat. “Ya Tuhan, kenapa harus hujan eoh? Apa kau tidak kasihan padaku? Setidaknya hujannya nanti setelah aku sampai rumah.” Maki Yoo Kyung dengan sengit, kalau ada yang melihatnya saat ini pasti disangkanya gadis itu adalah orang yang sudah tidak waras karena berkeliaran ditengah malam dengan pakaian seperti itu ditambah dengan terus bibir yang terus menggrutu.

Yoo Kyung kini sudah berteduh disebuah halte bus, tubuhnya basah kuyup akibat hujan yang mengguyur tubuhnya cukup deras. “Dingin sekali.” Ucap gadis itu dengan gigi bergemletuk akibat menahan hawa dingin yang merasuk ke tubuhnya.

“Aku tau kau tidak mungkin membalas perasaanku Kyu, tapi apa kau perlu menghukumku dengan cara seperti ini? Ini… menyakitkan Kyu.” Gumam Yoo Kyung dengan air mata yang terus mengalir, membasahi wajahnya yang kini mulai memucat.

Yoo Kyung memang menyukai, tidak mungkin lebih tepat dikatakan mencintai Kyuhyun, orang yang menjadi majikannya. Kyuhyun dan Yoo Kyung tumbuh bersama selama 7 tahun terakhir, tentu tidak menutup kemungkinan bila Yoo Kyung mencintai Kyuhyun bukan? Siapa yang tidak mengenal Kyuhyun, anak laki-laki satu-sutunya pemilik Sky Enterprise. Ketampanan serta kepintaranya tidak perlu diragukan lagi, pastilah banyak gadis yang menyukainya bahkan secara diam-diam, seperti Yoo Kyung.

Yoo Kyung hanyalah anak angkat Song Ahjuma yang ditemukan oleh keluarga Song 10 tahun lalu. Waktu itu, keluarga Song baru pulang dari kampung halamannya di Hwaseong dan akan kembali ke Seoul ketika melihat seorang gadis kecil sekitar 9-10 tahun tergeletak di pinggir jalan. Karena keluarga Song tidak mempunyai anak maka mereka memutuskan untuk merawatnya, kalian jangan berpikir bahwa mereka tidak melapor pada pihak berwajib, hal itu sudah dilakukan Song Ahjushi. Tapi setelah menunggu sekian lama tidak ada hasil akhirnya mereka memutuskan untuk mengadopsinya dan memberi nama Song Yoo Kyung.

***

Mentari pagi yang berhasil masuk melalui jendela yang tirainya terbuka membuat seorang gadis yang terbaring di ranjang perlahan mulai mengerjapkan mata perlahan. Yoo Kyung mengerjapkan matanya berulangkali, dan ia melihat kesekelilingnya. Hal pertama yang ada dalam batin gadis itu adalah dimana ia sekarang?

Pandangannya beralih ketika ketika pintu kamar terbuka yang disusul dengan seorang wanita paruh baya yang membawa nampan.

“Ah, kau sudah bangun? Selamat pagi.” Sapa wanita itu yang masih diingat Yoo Kyung sebagai Ibu Donghae.

“Pagi.” Sahut Yoo Kyung dengan duduk menyandarkan punggungnya ke dashboard ranjang.

“Ahjuma…” panggil Yoo Kyung ragu.

“Kau ingin bertanya dimana kau berada eum?” ucap nyonya Lee yang mengerti akan raut bingung gadis itu.

“Nde.”

Nyonya Lee meletakan nampan berisi setangkup roti dan susu diatas meja, kemudian duduk disisi ranjang. “Kau ada dirumah sakit karena semalam. Kami menemukanmu pingsan dihalte bus, dan jangan khawatir kami sudah menghubungi keluargamu. Tapi mungkin karena sudah kelewat larut malam jadi tidak ada yang mengangkat telponnya, tapi tenang saja nanti aku akan menyuruh Donghae untuk mencobanya lagi.” Jelas Nyonya Lee yang melihat tatapan cemas Yoo Kyung. Nyonya Lee mengulurkan tangannya, menyentuh rambut Yoo Kyung dengan lembut. “Kau mirip sekali dengannya,” lirihnya dengan mata berkaca-kaca, membuat Yoo Kyung menyentuh jemari wanita paruh baya itu.

“Ahjuma..” lirih Yoo Kyung dengan menatap Nyonya Lee.

“Boleh aku memelukmu?”

Dengan ragu Yoo Kyung mengangguk kemudian disambut dengan pelukan Nyonya Lee yang terasa hangat. Perasaan Yoo Kyung begitu hangat dan tenang ketika berada dalam pelukan Nyonya Lee.

“Annyeong…” Suara serta langkah kaki yang mendekat membuat keduanya melepaskan pelukan mereka.

Donghae tersenyum melihat keduanya. “Kau sudah sadar Yoo Kyung-sshi? Bagaimana keadaanmu?”

“Sudah lebih baik, gamsha hamnida kalian sudah menolongku.” Kata Yoo Kyung dengan sedikit menundukan kepala.

“Tidak perlu sungkan Yoo Kyung-sshi.”

“Hae-ya, bagaimana dengan hasilnya?” Tanya Nyonya Lee seketika membuat putranya menghela nafas. “Hasilnya belum keluar Eomma. Dokter bilang, nanti siang baru keluar.” Jawab Donghae terlihat jengah.

“Kenapa lama sekali,” gumam Nyonya Lee sedikit kesal.

“Mianhamnida, boleh aku tau hasil apa yang kalian bicarakan? Apa itu hasil pemeriksaan kesehatanku?”

Nyonya Lee memandang Yoo Kyung kemudian beralih ke Donghae. “Sebenarnya itu… Eum kami, maafkan kami Yoo Kyung-ya…” Ucap Nyonya Lee dengan menggenggam jemari Yoo Kyung.

***

Seorang gadis dengan langkah tergesa menuju sebuah kamar dan begitu ia sampai didepan pintu kamar itu ia langsung membukanya kasar.

“CHO KYUHYUN!!!” Teriaknya dengan berapi-api pada seorang pria yang masih terlelap dalam mimpi.

“Cho Kyuhyun, bangun!!” Serunya lagi yang kali ini menarik lengan Kyuhyun hingga pemuda itu tersungkur dilantai yang dingin.

“Yak!! Nuna, apa-apaan kau hah?” Sungut Kyuhyun dengan beranjak bangun dari lantai.

Plak!

Kyuhyun yang belum sepenuhnya sadar kini tersadar 100% dan menatap sang kakak dengan memicicingkan mata. “Kenapa Nuna menamparku? Apa salahku huh?” Tanya Kyuhyun marah.

Ahra menatapnya sengit. “Kau masih bertanya apa salahmu?!” Bentaknya kemudian berlalu pergi.

“Yak!! Kau sudah membangunku seenaknya dan menamparku, lalu kau akan pergi begitu saja?!” Seru Kyuhyun membuat langkah Ahra terhenti.

“Kau pikir sendiri apa salahmu sehingga membuat Yoo Kyung masuk rumah sakit. Nuna kecewa padamu Kyu.”

Blam!

Pintu tertutup dengan dentuman yang cukup keras. Kyuhyun mematung mendengar kalimat terakhir Nunanya. “Yoo Kyung masuk rumah sakit.” Gumamnya dan seketika ia teringat akan kesalahan yang meninggalkan gadis itu sendiri dipesta tadi malam. “Paboya! Matilah kau Cho Kyuhyun.” Umpatnya pada diri sendiri. Dengan langkah tergesa ia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badanya kemudian akan menyusul Ahra yang pasti sudah lebih dulu kerumah sakit.

“Ayolah.. Yoo, buka mulutmu.” Bujuk Song Ahjuma dengan menyuapkan sesendok bubur namun berulangkali ditolak Yoo Kyung. “Itu tidak enak Eomma, mulutku terasa pahit,” lirih Yoo Kyung dengan memelaskan suaranya, agar sang ibu tidak membujuknya untuk makan.

“Kalau kau tidak makan kapan kau akan sembuh?” Ujar Nyonya Lee yang duduk disebrang ranjang. Keluarga Song datang tidak lama setelah Yoo Kyung sadar, dan mereka sudah mengetahui bahwa Yoo Kyung adalah anak dari keluarga Lee yang hilang akibat kecelakaan yang dialami Tuan Lee dengan putrinya, Lee Rae Ann, sewaktu pulang dari Busan. Kecelakaan itu mengakibatkan Tuan Lee meninggal dan Rae Ann yang menghilang. Bertahun-tahun lamanya mereka mencari keberadaan Rae Ann, putri mereka. Tapi tidak menemukan hasil dan akhirnya mereka dipertemukan kembali setelah sekian lama, yaitu hari ini.
Mereka mengetahui hal itu dari hasil pemeriksaan lab yang dilakukan Dokter atas permintaan Nyonya Lee ketika Yoo Kyung pingsan. Awalnya gadis itu menolak dengan keras tapi dengan adanya bukti laboratorium ia tidak bisa menyangkalnya bahwa ia memanglah putri dari keluarga Lee.

“Eomma… Aku benar tidak mau memakannya. Lihatlah makanan itu? Itu seperti makanan bayi.” Manjanya pada Nyonya Lee yang dibalas kekehan Donghae juga Song Ahjushi yang memang ada diruangan itu.

“Kalau itu spaghetti atau wafle aku pasti mau.” Sambungnya lagi yang langsung mengundang gelak tawa Donghae.

“Waeyo oppa-ya?”

“Mana ada orang sakit diperbolehkan memakan makanan seperti itu, kau ini ada-ada saja.”

Yoo Kyung hanya mengerucutkan bibirnya, membuat Nyonya Lee gemas sehingga mencubit pipinya. “Aw.. Eomma.”

“Kau itu lucu sekali. Benar apa kata oppamu, yang namanya orang sakit itu tidak diperbolehkan makan makanan seperti itu. Nanti kalau kau sudah sembuh akan eomma buatkan eoh?”

“Jeongmal?”

“Nde.” Sahut Nyonya Lee dengan senyum khasnya yang langsung dipeluk Yoo Kyung. Nyonya Song mengusap pipinya yang terasa basah. “Eomma wae gurrae?” Yoo Kyung segera melepaskan pelukannya dan menatap ibu keduanya cemas.

“Gwaenchana, hanya merasa sedih bila ingat nanti kau akan pergi dari kami.” Lirihnya dengan mata sembab.

Song Ahjushi meremas lembut bahu istrinya. “Anniya, aku tidak akan meninggalkan Eomma. Tidak akan pernah. Uljimayo Eomma.”

“Nde, Ann benar Dambi-sshi. Meskipun kini kami mengetahui bahwa Yoo Kyung adalah Rae Ann–anakku, kami tidak akan memaksanya untuk tinggal bersama kami meskipun aku menginginkannya, melihat kau yang begitu menyayangi Rae Ann, aku tidak akan memaksakan keinginanku. Bagi kami, kami sudah mengetahui Rae Ann masih selamat dan tumbuh menjadi gadis yang cantik seperti saat ini sudah membuatku lega dan bersyukur. Kami pun mengucapkan beribu-ribu terima kasih karena kalian sudah merawat putriku.” urai Nyonya Lee dengan mata berkaca-kaca.

“Eomma… Aku senang bisa mempunyai dua eomma yang sangat menyayangiku seperti kalian.” Yoo Kyung segera memeluk kedua ibunya bersamaan dan mereka menagis bersama, bukan tangis kesedihan melainkan tangis bahagia. Donghae dan Song ajushi tersenyum haru melihat mereka bertiga.

***

“Kau menyebalkan sekali Yoo, aku sudah begitu mengkhawatirkanmu sehingga aku buru-buru datang kesini setelah rapat selesai, tapi begitu sampai kau malah… Melihatmu bermesraan dengan pria lain. Kalau orang itu tidak aku kenal mungkin aku tidak akan begitu marah, tapi kau bersama Donghae Hyoeng, orang yang sudah aku anggap Hyoengku.” Gerutu Kyuhyun dengan kesal begitu ia mendudukan dirinya di kursi taman rumah sakit.

Kyuhyun sebenarnya ingin datang secepatnya kerumah sakit, tapi tiba-tiba ada panggilan dari kantor yang mengharuskan Kyuhyun untuk datang keacara rapat direksi dan mau tidak mau Kyuhyun membatalkan rencananya untuk menjenguk Yoo Kyung, baru setelah semuanya dirasa selesai ia segera menuju rumah sakit. Tapi begitu sampai di kamar rawat Yoo Kyung, pemandangan yang dilihatnya sungguh membuatnya sakit mata terlebih hatinya.

“Cho Kyuhyun, kau sungguh bodoh bisa semenyedihkan ini hanya karena seorang gadis bernama Song Yoo Kyung, maid-mu sendiri. Tsk, sungguh bukan gayaku.” Gumamnya lagi dengan menghentakan kakinya ke tanah.

“Apa yang kau lakukan disini? Kau tidak berniat menjenguk Yoo Kyung?” Ucap seseorang yang sudah duduk disebelahnya. Kyuhyun menolehkan kepalanya dan mendapati Donghae sudah duduk disampingnya. Sejak kapan orang ini duduk disini? batin Kyuhyun bingung.

“Aku disini sejak 10 menit lalu, dan aku tau kau mengkhawatirkan adikku.” Donghae menjawab pertanyaan pria ini tanpa bertanya, seolah memang itu yang ada dalam tatapan mata Kyuhyun.

“Adik? Nugu?” tanya Kyuhyun yang bingung dengan maksud Donghae.

“Tentu saja Yoo Kyung siapa lagi? Aku tau kau cemburu padaku bukan? Tenang saja Kyu, aku tidak mungkin menyukai Yoo Kyung, adik kandungku.”

“Yoo Kyung adikmu? Tidak mungkin.”

“Bukankah aku pernah bilang padamu bahwa aku mempunyai seorang adik perempuan yang mirip dengan Yoo Kyung, namun hilang sewaktu kecelakaan bersama appaku? Nah, kami meminta Dokter untuk melakukan tes DNA terhadap Yoo Kyung atas paksaan Eomma yang menyakini Yoo Kyung adalah Rae Ann. Dan untuk memastikan dugaan Eomma, kami melakukan tes DNA yang hasilnya memang seperti harapan kami, bahwa Yoo Kyung adalah Rae Ann, adikku yang hilang dulu.” Ungkap Donghae dengan senyum bahagia.

“Cepat temui dia, nanti akan aku jelaskan lebih banyak. Sekarang kau temui adikku dulu, aku yakin Yoo Kyung sudah merindukanmu.” Lanjutnya lagi yang melihat Kyuhyun masih tidak bergeming dari duduknya.

“Kyu..” Panggilnya dengan menepuk bahu Kyuhyun.

“Ye?”

“Cepat temui Yoo Kyung sekarang. Aku tau kau masih bingung, tapi sekarang bukan waktu yang tepat untuk menjelaskanya, cepatlah temui Yoo Kyung, sebelum gadis itu memilih berpaling darimu ke Siwon.”

“Mwoya! Maldo andwae!” Kyuhyun seketika berdiri dari duduknya kemudian segera pergi untuk menemui Yoo Kyung. Donghae hanya tersenyum menatap kepergian Kyuhyun.

Yoo Kyung sedang membaca majalah untuk menghilangkan kebosanannya akibat seharian penuh berada di atas ranjang rumah sakit. Orang tuanya sudah pulang sejam lalu, sedangkan Nyonya Lee, ibu kandungnya sedang pergi untuk membeli seseuatu.

Brak!

Pintu yang dibuka dengan kasar membuat Yoo Kyung mengalihkan tatapannya, dan belum sempat ia mengeluarkan suara untuk menyapa orang yang ingin dilihatnya, tubuhnya sudah berada dalam pelukan Kyuhyun.

“Mianhae Yoo, mianhae.” ucap Kyuhyun berulang-ulang.

Yoo Kyung melepas paksa pelukan Kyuhyun yang membuatnya sesak, belum juga ia bernafas dengan normal sudah ada hal yang membuat jantungnya berdetak secara tidak wajar.

Yoo Kyung membulatkan matanya, terkejut pasti, syock lebih tepatnya. Apa ia semalam bermimpi ketiban bulan atau kejatuhan durian runtuh sehingga Kyuhyun secara tiba-tiba menciumnya? Cacat, MENCIUMNYA?!

Yoo Kyung memukul dada Kyuhyun ketika Kyuhyun tidak memberinya kesempatan bernafas, namun pukulan itu sepertinya tidak berarti bagi pemuda ini, buktinya ia masih sibuk menyatukan indera pengecap mereka.

“Kyu.. gumahe.. Kyu..mmpphh.” Kyuhyun tidak menghiraukan gumaman Yoo Kyung dan terus melanjutkan ciumannya.

“Aw..” Rintih Kyuhyun begitu tautan itu terlepas, Yoo Kyung menarik nafas dalam-dalam kemudian menatap Kyuhyun dengan nafas yang masih memburu.

“Genhapha khau mengghighitnya mbodohoh. Inhi sakhith. (Kenapa kau menggigitnya bodoh. Ini sakit.)” Tanya Kyuhyun dengan menjulurkan lidahnya.

“Apa-apaan kau ini, datang main cium sembarangan dan kau tidak memberiku kesempatan bernapas. Kau pikir aku punya asupan oksigen sepertimu huh?” Jawab Yoo Kyung sengit. Akibat ciuman panjang Kyuhyun, ia jadi merasa seperti orang yang terkena asma.

Kyuhyun hanya menampilkan smirknya membuat Yoo Kyung mendengus. Belum juga keterkejutanya hilang pria ini kembali membuatnya jantungan dengan ucapannya.

“Yoo, will you be my wife?” Kyuhyun tiba-tiba bertanya tanpa menjawab pertanyaan gadis itu. Yoo Kyung mengerjapkan matanya berulang kali. “Kau tidak salah minum obat Kyu? Atau kau terbentur sesuatu, sehingga kau bicara seperti itu? Atau mungkin indera pendengaranku yang rusak?” Cecar Yoo Kyung dengan bodohnya sehingga membuat Kyuhyun mendengus.

“Jawab saja, ya atau tidak.” Sungut Kyuhyun tidak sabar.

“Apa? Aku tidak mengerti akan maksudmu. Tidak usah memakai bahasa yang tidak aku mengerti.” Yoo Kyung sebenarnya hanya ingin menggoda Kyuhyun. Bohong bila ia tidak mengerti maksud ucapan Kyuhyun tadi, ia hanya ingin memastikannya lagi bahwa ucapan Kyuhyun tadi memang benar.

“Aku serius Kyungie… Aku mencintaimu dan aku ingin kau menjadi istriku, menemaniku hari-hariku, menjadi ibu dari anak-anakku kelak. Apa kau bersedia?” Sepertinya Kyuhyun sudah gila karena tiba-tiba melamar seorang gadis dirumah sakit. Tapi bukankah cinta tidak memandang tempat atau apapun itu, asal hatinya sudah yakin bahwa orang itu memang memiliki perasaan yang sama meskipun orang itu belum mengatakannya.

“Tapi aku pelayananmu, Kyu.”

“Aku tidak perduli.”

“Bagaimana kalau aku menolaknya?”

Kyuhyun menyeringai mendengar pertanyaan Yoo Kyung, ia sedikit mencondongkan badannya tepat kewajah Yoo Kyung. “Aku yakin kau memiliki perasaan yang sama denganku, dan kau tidak mungkin menolak lamaran seorang Cho Kyuhyun.”

“Huh, percaya diri sekali kau Tuan Cho.” dengus Yoo Kyung.

“Kalaupun kau menolaknya aku akan melakukan sesuatu agar kau tidak bisa menolaknya.” Lirih Kyuhyun sebelum mengecap bibir Yoo Kyung yang sudah seperti candu baginya.

KyuHyun tersenyum disela ciumannya mendapati Yoo Kyung membalas panggutan bibirnya, bahkan tangan gadis itu kini sudah melingkar dilehernya dan sedikit menekan tengkuk sehingga menambah tekanan pada bibirnya.

“Omonaaa!!”

“Aigo!”

Suara yang ternyata tidak dari satu itu membuat Kyuhyun dan Yoo Kyung melepaskan tautan mereka, kemudian menolehkan kepala kesumber suara. Keduanya segera tertunduk begitu mendapati banyak pasang mata yang memandang kearah mereka.

Pasti mereka melihatnya, batin Kyuhyun malu.

Mati saja kau Yoo, bagaimana mungkin kau tidak mendengar suara pintu yang terbuka? Pabo! Ini gara-gara setan tampan ini, maki Yoo Kyung dalam hati.

Orang tua Kyuhyun menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putra mereka. “Sepertinya akan lebih baik kita nikahkan mereka secepatnya yeobo, dari pada nantinya membuat keluarga kita malu kalau sampai Kyuhyun berbuat yang lebih jauh.” Kata Appa Kyuhyun dengan sesekali melirik kearah dua anak muda yang sedang jatuh cinta.

“Kau benar yeobo-ya, akan aku bicarakan dengan keluarga Song serta Nyonya Lee nanti.”

“Tsk, apa kau begitu menikmati ciumanmu Kyu, sampai-sampai kami datang pun tidak tau?” Sindir Ahra dengan menyilangkan tangannya depan dada, sehingga membuat Yoo Kyung tertunduk dengan semburat merah yang menjalar kewajahnya.

“Nuna!” Kyuhyun segera menghampiri Ahra yang masih berdiri didepan pintu.

“Yoo-ya..” Panggil Nyonya Cho begitu ia ada disamping Yoo Kyung. “Nde?” Yoo Kyung mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk, menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah.

“Dia Rae Ann, yeobo.” Sela Appa Kyuhyun sebelum istrinya melanjutkan kalimatnya. “Aihhhh… Mau dia bernama Rae Ann atau bernama siapa aku tidak peduli, yang jelas aku mengenalnya sebagai Song Yoo Kyung, gadis manis dengan segala sifat yang ada dalam dirinya yang membuatku menyayanginya, seperti aku menyayangi Ahra dan Kyuhyun.”

“Nyonya…” lirih Yoo Kyung dengan mata berkaca-kaca, hatinya merasa trenyuh mendengar penuturan wanita paruh baya yang sedang menggenggam tangannya.

“Mwoya? Kenapa masih memanggilku Nyonya? Sekarang kau harus memanggil kami dengan sebutan Eommonim dan Abeoji.” Nyonya Cho tersenyum lembut.

Yoo Kyung meneteskan air matanya haru. “Uljima Kyungie, sini eommonim peluk.” Dan tanpa banyak kata ia segera memeluk nyonya Cho, air matanya mengalir dengan deras.

“Gamsha hamnida, Eommonim.”

Meskipun ia menangis tapi hatinya terasa bahagia, perasaanya terasa lebih damai mengetahui Nyonya Cho dapat menerimanya dengan sangat baik dan terbuka. Sepertinya hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan serta penuh kejutan bagi semuanya, terutama Yoo Kyung, yang tak henti-hentinya bersyukur pada Tuhan karena telah memberinya begitu banyak kejutan yang membahagiakan.

END

7 comments

  1. Astaga cho kyu bisa gk si lihat tmpt kalau mau berbuat sesuatu hahaha…
    org pada datang sampai kalian gk tau, aigoooo bener kata ny cho mrka kyk ya cpt di nikah kan lebih baik

  2. Romantis bngt^^ di rumah sakit malah bgtuan😀
    untung aja ada yg dtng, kalau nggak gawat tuuh …
    Eh tadi aku nemu typo 1 eon 🙂 hehehe
    ttp semangat yaa di ff selanjut nya…

  3. Alurnya sedikit kecepatan sih,, but I like it,, kekeke
    Si Kyunyuk gak sabaran lgi,, hehehe
    Nikah udah,,
    Dasar Kyudong

  4. Cho gembul.. nikahin aku juga 😤😤
    aehh kak ann ngeledek gue yehh.. huu.u tau aja tnggi gue kgak smpai di bahunya kyu tnggi ak cmn sbtas keteknya gembul 😢😢
    #very nice

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s