Because Of You

image

Author : Bluerose8692

Title : Because Of You

Genre : Sad romance

Length : Twoshot

Rate : PG17

Cast : Cho Kyuhyun, Kang Rail

***

Seorang gadis melangkah dengan tergesa dan segera menghampiri seorang namja yang sedang duduk membelakanginya. Kang Rail, gadis itu mencoba mengatur nafasnya sebelum mulai bicara. “Sebenarnya ada apa kau menyuruhku cepat-cepat datang kemari? Gara-gara kau, aku harus membatalkan makan malamku dengan Yesung Oppa.” ucap Rail dengan nafas yang masih memburu. Ia kesal dengan pria ini-Cho Kyuhyun-namanya. Pria yang selalu membuatnya kesal.

“Buatkan aku Ramyyeoun atau apapun yang kau bisa, aku lapar.” ujar pria yang masih sibuk dengan benda persegi berwarna hitam, yang disebutnya kekasih abadi. Rail melebarkan matanya tidak percaya dengan apa yang barusaja di dengarnya. Coba kalian fikir, ia jauh-jauh datang dan terburu-buru sampai membatalkan janji makan malam dengan kekasihnya hanya untuk menemui pria yang menelponnya ini agar segera datang ke rumahnya. Rail fikir itu masalah penting, karena Cho Kyuhyun adalah atasan di tempatnya bekerja. Dan mengatakan jika ada masalah penting dan harus segera datang.

Namun ketika sampai di apartemen Kyuhyun gadis ini disuruh membuat Ramyyeoun. Yang benar saja?!

Rail menyilangkan tangannya depan dada.”Jadi kau menyuruhku datang kemari hanya untuk membuatkan makanan untukmu begitu?” tanya gadis semampai dan berambut panjang ini dengan sedikit berteriak pada pria yang masih sibuk dengan kegiatannya.

“Aish..tidak usah berteriak begitu Rail, aku bisa tuli mendadak nanti. Ya, cepat, aku sangat lapar.” sahut Kyuhyun dengan santai.
Jawaban Kyuhyun tentu saja menambah kekesalan Rail yang sudah mencapai diambang batas kesabarannya.

“Aku tidak mau. Kau kan bisa memasak sendiri Kyu, dan aku bukan pembantumu.” tolak Rail langsung.
“Aku pikir kau menyuruhku cepat-cepat datang karena ada masalah penting yang memang harus diselesaikan sekarang. Tapi apa? Kau hanya menyuruhku membuat Ramyyeoun? Nanaeun jeongmal shirreo!” lanjutnya kemudian segera membalikkan badan, melangkah menuju pintu keluar.

“Ya!! Kau mau ke mana huh?” sentak Kyuhyun yang sudah berdiri dan menatap Rail yang memunggunginya.

“Tentu saja pulang.” jawab Rail tanpa berbalik dan mulai melanjutkan langkahnya lagi.

“Berhenti!!” seru Kyuhyun dengan keras. Dengan terpaksa Rail menghentikan langkahnya namun tetap membelakangi Kyuhyun.
“Jika kau berani bergerak selangkahpun, kau akan menerima akibatnya.” gertak Kyuhyun dengan berjalan menghampiri Rail yang tinggal beberapa langkah lagi mencapai pintu keluar apartemennya.

Dengan wajah kesal Rail membalikan tubuhnya, menatap Kyuhyun dengan sengit.
“Kau mengancamku Tuan Cho? Oh, tapi sayangnya aku tidak takut dengan ancamanmu.” ucapnya tegas dan segera melanjutkan langkahnya lagi.
Belum tangannya menggapai knop pintu sudah ada lengan yang menahan pergelangan tangannya lebih dulu dan membalikan tubuhnya sehingga kini mereka berhadapan.

“Aku bilang berhenti, apa kau tidak dengar huh?” ujar Kyuhyun dengan menatap Rail tajam.
“Lepaskan. Aku mau pulang. Apa kau tidak dengar Tuan Cho?” Sengit Rail dengan penuh penekanan.
“Aku itu sekertarismu, bukan pembantumu. Mana bisa kau menyuruhku datang ke sini hanya untuk memasak!!” seru Rail yang sudah tidak bisa menahan emosinya.
“Lepaskan, aku mau pulang” lanjutnya dengan menghentakan tangannya sehingga terlepas dari cengkeraman Kyuhyun.

Belum sempat Rail memutar knop pintu, Kyuhyun dengan cepat membalikan tubuhnya lagi dan menahannya dengan kedua tangan yang diposisikan di sisi tubuhnya. Jadilah tubuh Rail terhimpit antara pintu dan Kyuhyun yang berdiri di hadapannya dengan jarak yang amat dekat.

‘Shit!! kenapa malah berdebar begini’ umpat Rail dalam hati. Rail juga merasa sedikit ngilu dengan punggungnya yang membentur daun pintu karena ulah Kyuhyun.

“Ya!! Apa sebenarnya maumu hah?!” tanya Rail marah.

“Bukankah aku sudah mengatakannya kalau kau bergerak barang selangkahpun kau akan menerima hukumannya.” jawab Kyuhyun dengan santai. Ah, jangan lupakan dengan serigai andalannya. Yang sangat dibenci oleh Rail, tentunya.

“Walaupun kau atasanku sekalipun aku tidak takut denganmu. Atau kau mau memecatku? Silahkan, aku tidak takut. Sekarang lepaskan, aku mau pulang.” jawab Rail dengan tegas dan berusaha melepaskan diri dari himpitan tubuh Kyuhyun.

Kyuhyun kembali tersenyum miring. “Rupanya kau mau bukti? Baiklah..” sahutnya dengan sedikit memajukan wajahnya.

“Memangnya apa yang akan kau lakukan huh? Aku sama sekali tidak takut.” tantang Rail dengan berusaha membalas tatapan Kyuhyun. Kalau boleh jujur, sebenarnya ia merasa takut dengan tatapan Kyuhyun yang seperti akan menelannya hidup-hidup.

“Kau menantangku?” tanya Kyuhyun dengan semakin memperkecil jarak di antara mereka.

Rail menelan ludahnya dengan susah. “Nde.” sahutnya dengan suara tercekat karena rasa takut dan gugup berbaur jadi satu.
Kyuhyun terus menatapnya dan semakin memajukan wajahnya. ‘Ternyata kalau dari dekat begini dia jauh lebih tampan.’ ucap batin Rail tanpa sadar. ‘Eh..tunggu..apa yang barusan aku pikirkan? Dia tampan? Ani- eh, tapi.., memang benar sih. Hyaa!! Anniya, yang benar dia itu menyebalkan, bahkan sangat menyebalkan! Itu baru benar! Ya itu.’ pikirnya lagi dengan sesekali menggelengkan kepalanya untuk menepis pikiran-pikiran konyolnya barusan.

“Jadi kau setuju?” pertanyaan Kyuhyun yang berhasil ditangkap indera pendengarannya mengembalikan Rail ke alam nyata.

“Uh? Apa maksudmu?” tanya Rail dengan tampang polos.

“Jadi sedari tadi aku bicara sampai berbusa kau tidak mendengarkanku?” Kyuhyun nampak kesal karena sedari tadi Rail tidak mendengarkan semua ucapannya.

“Memangnya kau bicara apa tadi?” tanya Rail masih dengan wajah polosnya.

“Jangan memasang tampang bodoh seperti itu, aku jadi ingin menciummu.” gumam Kyuhyun dengan pelan.

Rail langsung melebarkan matanya “Mwo? Ya!!” serunya dengan keras.

Kyuhyun langsung menutup kedua telinganya. “Tidak usah berteriak bodoh, kau ingin membuatku tuli dengan suara cemprengmu itu?” Rail semakin kesal dengan tingkah dan ucapan Kyuhyun yang sudah menguras batas kesabarannya.

“Minggir, aku mau pulang. Lebih baik aku pergi menemui Yesung Oppa dari pada beradu mulut denganmu, itu hanya membuang-buang waktuku saja.” Rail mendorong tubuh Kyuhyun dengan kedua tangannya, namun tidak berhasil. Jangankan berpindah, bergeser sedikit pun tidak.

“Wae?” tanya Kyuhyun dengan wajah datar begitu Rail menatapnya kesal. Sebenarnya Kyuhyun ingin tertawa melihat raut wajah Rail yang mendekati kata frustasi namun sebisa mungkin ia tahan. “Menyingkirlah dariku Cho Kyuhyun!” ucap Rail dengan menekankan nada suaranya pada setiap suku kata yang diucapkannya.

“Tidak mau!” sahut Kyuhyun cepat.

“Menyingkir atau aku akan berteriak supaya orang-orang berdatangan.” ancam Rail dengan kesal.

“Coba saja? Kau tidak akan bisa lepas dariku Nona Kang.” jawab Kyuhyun di akhiri senyum liciknya. Rail mencoba melepaskan tangannya dari Kyuhyun.

“Ya!! Lepaskan bodoh. Kau menyakitiku.” Namun tetap saja Kyuhyun tidak melepaskan cengkeramannya.

“Tolong..to..mmmpppphh.” teriakan Rail terhenti tiba-tiba karena Kyuhyun langsung membungkam bibirnya cepat.

Rail terus meronta dari ciuman sepihak Kyuhyun dengan memukul-mukul dada dan bahu Kyuhyun. Tapi semakin Rail meronta semakin dalam pula Kyuhyun menciumnya dan menekan tengkuknya. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya sedikit keras sehingga membuat Rail membuka celah bagi Kyuhyun.

“Eungh..” sebuah lenguhan berhasil lolos dari bibir Rail dan hal itu membuat Kyuhyun semakin menginginkan lebih.

Sudah beberapa menit berlalu namun belum ada tanda-tanda mereka akan mengakhirinya. Entah sadar atau tidak kini tangan Rail yang tadinya hanya ia gunakan untuk memukuli Kyuhyun sudah berganti dengan mengalung di leher pria itu.

“Aw..” terdengar rintihan yang keluar dari bibir Kyuhyun.

“Ya!! khenpha khau menghgihgit bhibhirkhu bhodhohh? (Kenapa menggigit bibirku bodoh?)”

Rail menatapnya kesal. “Kau mau membunuhku huh? Aku bisa kehabisan nafas lalu mati. Apa kau mau bertanggung jawab?” Kyuhyun hanya menampakan senyum polosnya.

“Lagi pula, mana ada mati karena ciuman? Bodoh sekali kau ini.” cibir Kyuhyun dengan menoyor kening Rail.

“Ya!!”

“Dan satu lagi yang harus kau ingat. Jangan pernah lagi menyebut nama pria lain di hadapanku, arrachi?” tegas Kyuhyun.

Rail mencibir “Memangnya kenapa kalau aku menyebut pria lain? Lagi pula, kau bukan siapa-siapaku.” sahut Rail sekenanya.

“Eh, kau kan tadi sudah setuju untuk jadi kekasihku.” ujar Kyuhyun dengan senyum.

“What?! Kapan aku bilang setuju?! Aigo… bisa langsung kiamat dunia ini kalau aku sampai jadi kekasihmu.”

Kyuhyun berdecak kesal, “Bukankah tadi kau menganggukkan kepala sewaktu aku memintamu untuk jadi kekasihku? Bahkan belum ada sejam kau sudah lupa?” ucap Kyuhyun dengan menggelengkan kepala prihatin.

“Naneun shirreo!” tolak Rail dengan keras.

“Dengar Ra-ya… aku orang yang tidak menerima kata ‘tidak’, kau tahu bukan?” ucap Kyuhyun dan kembali mencium Rail.

“Ya!! Berhenti menciumku!” seru Rail kesal. Sedangkan Kyuhyun hanya menampakan senyum separonya yang di mata Rail sangat menawan.

Ck, sepertinya mataku sudah rabun. Sejak kapan iblis ini jadi menawan?

“Kau bisa diam tidak huh? Kalau kau tidak berhenti bicara aku tidak jamin malam ini kau bisa pulang dalam keadaan utuh.” ancam Kyuhyun sebelum kembali mengecap manisnya bibir gadis yang dicintainya.

“Berhenti Kyu, aku tidak mau jadi kekasihmu karena aku sudah punya Jong Woon Oppa!” Teriak Rail semakin kesal, bahkan ia sampai meneteskan airmatanya. Sebagai perempuan, ia ingin menjaga semua apa yang ada dalam dirinya hanya untuk suaminya seorang, orang yang ia cintai. Tapi, kini Kyuhyun telah menciumnya dan pria itu bukan orang yang ia cintai.

Kyuhyun mengusap pipi Rail yang basah dengan lembut, mengecup kedua kelopak mata gadis itu kemudian kening. Ia sangat mencintai gadis ini.

“Tapi aku mencintaimu, Rail. Aku tidak suka melihatmu bersama pria lain, apa kau mengerti?” Kyuhyun menatap Rail dengan tulus. Rail bisa melihatnya dari tatapan mata pria itu.

“Aku tahu, aku begitu egois. Kau membenciku, aku mengerti. Lalu aku harus bagaimana agar kau mengerti perasaanku?”

Rail Diam. Ia tidak tahu jika Kyuhyun, atasannya yang arogan ini begitu mencintainya. Tapi, ia mencintai orang lain.

“Rasanya sakit ketika melihatmu bersama pria itu, atau kau selalu membicarakannya bersama teman-temanmu.” lirih Kyuhyun dengan melepaskan genggaman tangannya. Pria itu mundur beberapa langkah kemudian berbalik membelakangi Rail. Kyuhyun menarik nafas panjang beberapa kali. Baru kali ini ia terlihat rapuh di hadapan orang lain dan orang itu adalah Rail.

“Pergilah, maaf sudah berlaku kasar padamu.” Kyuhyun berjalan menuju dapur yang tidak jauh dari ruang tamu.
Rail hanya memperhatikan pria itu dari tempatnya berdiri.

Tuhan, aku harus bagaimana?

Rail tersentak kaget begitu mendengar suara gaduh dari dapur. Gadis itu segera berlari ke sana.

“Kyuhyun!”

Pria itu tergeletak di lantai dekat dengan pecahan gelas yang berserakan di lantai berkeramik putih. Rail segera merogoh tasnya untuk menghubungi dokter keluarga Kyuhyun.

“Ya, Cho Kyuhyun, palli irreona.” Rail menepuk pelan pipi Kyuhyun selama beberapa kali namun pria itu sama sekali tidak merespon. Meskipun ia membenci Kyuhyun karena kelakuannya tapi jika melihat Kyuhyun seperti ini ia merasa sedih.

“Kyuhyun, irreona.”

Gadis itu kembali menangis.

***

Salahkah jika aku mencintainya?

Rail dengan setia menunggu Kyuhyun siuman, gadis itu sudah tidak lagi menangis. Bahkan ia sudah memasak bubur ayam untuk Kyuhyun jika siuman nanti.

“Sepertinya ia telat makan, maka itu ia pingsan. Tolong perhatikan makanannya Nona Kang, Kyuhyun sedari kecil sudah mempunyai penyakit asam lambung. Jika ia telat makan, ya… kejadiannya maka akan seperti ini.”

Rail meraih jemari Kyuhyun, menggenggamnya. “Mianhae,” airmatanya menetes tanpa diperintah, susul menyusul.
Ia sudah bekerja bersama Kyuhyun kurang lebih selama 3 tahun, tapi ia sama sekali tidak tahu jika Kyuhyun mempunyai penyakit asam lambung.

Ia merasa bersalah karena ia tidak mau menuruti perintah Kyuhyun tadi saat memintanya membuatkan ramyyeoun.

‘Lalu aku harus bagaimana agar kau mengerti perasaanku?’

Rail kembali teringat kalimat Kyuhyun. Pria yang kini tengah berbaring dengan mata terpejam ini sangat mencintainya.

“Kyu, bangunlah. Aku lebih suka kau memakiku dan menyuruhku daripada melihatmu tidur begini.” isaknya lirih.

“Apa jika aku bangun kau mau jadi kekasihku?”

Rail langsung tersentak kaget, ia langsung menatap Kyuhyun yang sudah sadar. Pria itu sedikit tersenyum.

“Aku-”

“Hahahaa… Aku bercanda.” Kyuhyun tertawa kemudian bangun, bersandar pada dashboard ranjang. Pria itu menarik tangannya halus dari genggaman tangan Rail.

“Aku tahu jawabanmu, tidak perlu kau jawab. Pulanglah, ini sudah larut malam. Atau kau ingin menginap di sini?” Kyuhyun melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 10 malam lalu ia kembali memandang Rail yang masih menangis.

“Pulanglah, Rail. Aku akan baik-baik saja, terima kasih kau sudah menjaga dan memasak untukku.” Kyuhyun melirik mangkuk yang berisikan bubur di atas meja kerjanya.

Rail menatap Kyuhyun dengan berkaca-kaca.

Maafkan aku Rail karena sudah membuatmu menangis, maaf.

“Pulanglah, atau kau ingin kekasihmu itu datang kemari untuk menyeretmu pulang?”

Rail tanpa bicara segera berdiri dan berlari keluar dari kamar Kyuhyun dengan menangis.
Kyuhyun hanya mampu menatap kepergian Rail sendu.

Maaf, Rail.

Continue

2 comments

  1. Hmmm arogan dan pemaksa bener2 sifat seorang cho kyuhyun😉 apa mungkin rail mulai suka ma kyuhyun??? #penasaran masa udh menyerah sech??? #lirik kyuhyun :>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s