Marrying with Millionaire Part 5 (END)

wpid-1524855_1473457642882725_875009230_n.jpg

Author : Blue Rose

Title : Marrying with Millionaire Part 5

Genre : Marriage live, Romance, Family

Length : Series

Rate : PG+17

Cast : Lee Hyukjae. Kim Jaekyung

 

 

 

“Kau tahu, hal yang paling indah di dunia ini adalah di saat kau bisa memaafkan kesalahan orang lain. Tidak ada kebencian dalam dirimu, maka kau akan merasa tenang dan bahagia.”

 

 

*****

Ruangan yang dicat putih gading itu begitu sunyi, tidak terdengar satu patah kata pun yang keluar dari bibir kedua wanita itu. Jaekyung menggenggam erat selimut untuk menahan emosi–yang selalu muncul ketika bertemu atau membayangkan wajah ibunya. Lelehan bening dari kedua sudut mata mulai membasahi pipi. Rasa sakit itu kembali datang, ia tidak bisa menahan ini lebih lama lagi. Ingin sekali Jaekyung mengatakan sesuatu atau sebaris kalimat acuh yang ia tunjukan seperti beberapa hari lalu, namun sayangnya tidak bisa. Seperti ada sesuatu yang mengganjal di kerongkongannya saat ini.

Raut berbeda ditunjukan oleh Ahn Sungjae–ibu Jaekyung–wanita yang sudah memasuki usia setengah abad ini menatap sendu putri sulungnya. Rasa rindu yang ada dalam hatinya sungguh meluap, rasa bahagia begitu mendengar ia akan menjadi seorang nenek begitu membuatnya berbunga-bunga. Jaekyungnya sudah besar dan akan menjadi seorang ibu. Keinginan memeluk Jaekyung yang sudah lama di tahannya, karena takut Jaekyung marah kini tidak ia hiraukan.

Ia hanya ingin meluapkan rasa rindu dengan memeluk putrinya, walau hanya sesaat.

“Jaekyung-ah… Maafkan Eomma.” Jaekyung tersentak kala secara tiba-tiba nyonya Ahn memeluknya erat. Ia bisa mendengar tangis wanita ini. Dan pelukan ini… Betapa ia merindukan pelukan hangat yang selalu ia dapat ketika sepulang sekolah dulu–saat mereka masih berkumpul bersama.

“Eomma tahu kau masih marah, tapi kumohon, kali ini saja biarkan Eomma memelukmu. Sebentar saja…” Jaekyung merasakan pelukan ini semakin erat. Suara lirih yang begitu terdengar dengan jelas di telinga membuat tangisnya semakin deras.

“Sudah lama sekali Eomma ingin memelukmu seperti ini…”

Kembali Jaekyung merasakan sesak dalam dada. Tidak dipungkiri jika dalam lubuk hati Jaekyung, ia pun merindukan sosok ibunya. Wanita yang telah memberinya kasih sayang dari bayi hingga remaja. Betapa inginnya Jaekyung berbagi cerita dengan wanita ini. Jaekyung ingin meluapkan apa saja yang mengganjal di hati selama ibunya pergi. Setelah kepergian ayahnya beberapa tahun silam, Jaekyung tidak bisa lagi berbagi keluh kesahnya. Tidak ada lagi sosok ayah yang selalu bisa memberinya pelukan hangat atau saran jika ia sedang dalam masalah.

Kenbencian Jaekyung terhadap ibunya begitu besar setelah wanita itu menelantarkan keluarganya dengan memilih pergi bersama pria lain. Sehingga ia berjanji pada dirinya sendiri, jika ia tidak akan memaafkan Ahn Sungjae. Namun pelukan hangat ini kembali membuatnya teringat masa-masa menyenangkan dulu. Kenangan indah saat mereka masih berkumpul bersama. Ayah, ibu, adik dan dirinya. Meskipun mereka hidup kekurangan, tapi Jaekyung tidak pernah merasa kekurangan. Karena bagi Jaekyung, cukup ia bersama keluarga serta orang yang dicintai sudah membuatnya bahagia.

‘Uang bisa di cari. Tapi cinta dan keluarga tidak bisa dibeli dengan harta.’

Kedua hal itulah yang selalu ayahnya ajarkan padanya juga adiknya–Jeeah.

“Maafkan Eomma, Jaekyung-ah. Maaf–” tidak sanggup lagi mendengar permintaan maaf nyonya Ahn, Jaekyung membalas pelukan wanita ini, menangis dengan lebih keras.

Tidak ada kata yang mereka ucapkan, hanya pelukan serta tangis dari keduanya. Cukup untuk membuktikan bahwa mereka masih saling menyanyangi meskipun salah satunya memiliki kebencian yang begitu dalam.

‘Kau tidak benar-benar membenci ibumu, Jaekyung-ah. Kau hanya kecewa padanya, itu yang terlihat oleh Appa. Maafkanlah, dia nak. Biar bagaimanapun, dia tetaplah ibumu, sampai kapanpun itu.’

Jaekyung kembali teringat ucapan ayahnya yang selalu sabar menasehati agar ia bisa memaafkan kesalahan ibunya. Dan kini ia akan mencobanya. Memaafkan kesalahan yang pernah dilakukan Ahn Sungjae dulu. Memberikan kesempatan pada wanita ini, serta ia pun ingin merasakan kembali dekapan hangat yang selalu ia rindukan.

***

Tidak ada hal yang paling membahagiakan di dunia ini selain bisa berkumpul bersama dengan keluarga ataupun dengan orang yang dicintai. Dan kebahagian yang dirasakan oleh ibu dan anak ini–yang baru saja berdamai–membawa pengaruh besar dalam kehidupan keduanya. Kebahagiaan itu tidak hanya dirasakan oleh kedua orang ini melainkan pada yang lainnya, keluarga mereka. Terlebih Jeeah yang sejak dulu selalu mengharapkan keajaiban untuk mengetuk pintu maaf bagi kakaknya agar bisa memaafkan sang ibu. Gadis remaja itu begitu terharu ketika mendengar cerita dari kakaknya saat memberitahukan bahwa mereka baru saja berdamai.

“Aku lega sekali, dan aku bersyukur akhirnya Tuhan mau mengabulkan doaku,” Jeeah untuk kesekian kalinya mengucap syukur. Gadis ini mengusap wajahnya. Ahn Sungjae yang berdiri di samping putri bungsunya langsung memeluk erat, mengusap punggung gadis ini halus.

“Uljima,” bisik wanita ini begitu lembut.

Jaekyung hanya tersenyum melihat adiknya yang menangis. Wanita ini sejujurnya pun ingin kembali menangis, namun ditahannya. Sudah cukup ia menangis ketika ia dan ibunya saling berbagi cerita tadi–sebelum Hyukjae dan adiknya masuk.

“Kyungie, sebaiknya kami keluar saja, eoh. Adikmu ini kalau sudah menangis susah berhenti.” Nyonya Ahn bersuara dengan masih memeluk Jeeah dari samping. Jaekyung mengangguk, “Ya.”

“Istirahatlah yang cukup, kalau kau butuh sesuatu–”

“Arra, Eomma. Lagi pula, di sini ada Hyukjae. Kalau aku membutuhkan apa-apa dia bisa membantuku,” Jaekyung menunjuk Hyukjae yang sedari tadi sibuk menelpon di dekat jendela. Nyonya Ahn mengangguk mengerti maka ia segera membawa Jeeah keluar.

Setelah kepergian ibu dan adiknya, Jaekyung menoleh ke arah Hyukjae yang baru saja mengakhiri panggilannya. Wanita itu memandang Hyukjae datar.

“Sibuk sekali suamiku ini, hm.”

Hyukjae mengulum senyum mendengar kalimat sang istri, maka ia membalikkan badannya kemudian berjalan ke arah ranjang lalu duduk di sisinya. Tangan hangat pria ini mengusap wajah Jaekyung lembut.

“Kau marah, eoh? Aku hanya menelpon sebentar, sayang. Ada beberapa hal yang Ryeowook tanyakan padaku,” Ujar Hyukjae jujur.

“Tidak. Untuk apa aku marah.”

Hyukjae semakin melebarkan senyumnya, ia sedikit mencondongkan tubuh ke arah Jaekyung kemudian mengecup bibirnya cepat. “Arra, kau cemburu.”

“Hyukjae!!”

Hyukjae justru semakin tertawa lepas melihat Jaekyung yang kesal. Wanita ini memang susah ditebak, batin Hyukjae.

***

Kehamilan trimester pertama memang masa-masa yang sulit dialami wanita hamil, khususnya bagi mereka yang baru saja mengalaminya. Kehamilan pertama. Mereka harus mengalami morning sickness atau mengidam. Dan hal itu kini sedang dialami oleh Jaekyung.

Hyukjae memandang iba istrinya yang berlari ke kamar mandi karena mual. Pria ini melirik jam weker yang ada di meja samping ranjang, pukul 05.10 pagi dan Jaekyung selalu terbangun di jam sama setiap paginya. Untuk memastikan bahwa istrinya baik-baik saja, maka Hyukjae menyusulnya.

Jaekyung berdiri di depan wasteful dengan sedikit menunduk, membasuh wajah dengan air.

“Tidak apa-apa?” Jaekyung memandang Hyukjae yang menatapnya cemas melalui cermin besar yang ada di depannya. Wanita ini tersenyum kemudian mengangguk.

“Tapi kau pucat,” Hyukjae membalikkan badan Jaekyung sehingga mereka berhadapan.

“Aku baik-baik saja, Hyuk-ah, jangan khawatir.”

“Baik bagaimana? Setiap pagi kau mual-mual begini dibilang baik?” Jaekyung mengulum senyum mendengar gerutuan yang dilontarkan Hyukjae.

“Mual di trimester pertama masa kehamilan itu wajar, tidak perlu cemas. Setiap wanita yang mengandung pasti mengalaminya,”

“Tetap saja kau membuatku cemas,” Hyukjae tahu jika mual pada wanita hamil memang wajar. Ia sudah diberitahu oleh ibunya.

“Oh, jangan lagi, Hyuk. Jangan katakan kalau kau akan membolos kerja hari ini,” ujar Jaekyung cepat ketika melihat Hyukjae akan membuka mulutnya. Pria itu mengerucutkan bibirnya, “bagaimana kau tahu?”

“Tentu saja aku tahu apa yang ada dalam kepalamu saat ini. Biarpun kau yang mempunyai perusahaan, tetap saja kau tidak boleh membolos kerja, lagi. Cukup selama seminggu aku di rumah sakit kau menemaniku. Hari ini kau harus bekerja. Jadilah atasan yang baik dengan memberi contoh yang baik pula pada bahawan, dengan tidak membolos kerja.” Jaekyung lagi-lagi memberi petuah pada Hyukjae mengenai tanggung jawab sebagai atasan. Dan Hyukjae hanya mampu mengangguk, menurut dengan berat hati.

“Kyungie…” Jaekyung yang sedang menggosok gigi menoleh. “Appha?”

“Kau belum mengidam?”

Jaekyung menyerngit, “Kata Ibu kalau wanita hamil pasti juga mengalami ngidam, kau belum meminta yang aneh-aneh padaku.”

Seketika tawa Jaekyung terdengar membuat Hyukjae menatapnya tidak mengerti. “Ada yang lucu?” ujar pria ini memandang Jaekyung meminta penjelasan.

Jaekyung mengisyaratkan dengan tangan agar Hyukjae menunggunya setelah ia menyelesaikan menggosok gigi, Hyukjae mengangguk. Menunggu dengan sabar.

Jaekyung menoleh ke arah Hyukjae setelah mengelap wajahnya dengan handuk, “Jadi kau ingin aku mengidam?” Hyukjae mengangguk dengan antusias. Jaekyung kembali terkekeh kecil. Ia sama sekali tidak menyangka jika Hyukjae begitu polos. Sepertinya menyenangkan melihat pria ini sedikit kerepotan.

“Aku ingin makan pancake,”

“Kau ingin makan itu?” Hyukjae memastikan pendengarannya. Wanita ini mengangguk, “Ya, dan harus kau yang membuatnya.”

Hyukjae mengangguk mengerti, “Akan aku buatkan.”

Jaekyung memandang kepergian suaminya dengan senyum geli. Ia tidak menyangka jika Hyukjae begitu antusiasnya menyambut kehamilannya, sampai-sampai menanyakan kapan ia mengidam.

“Eh… Memang dia bisa memasak?” Jaekyung bergumam pelan. Dan untuk memastikannya ia segera menyusul Hyukjae.

Sesampainya Jaekyung di dapur, wanita ini langsung dibuat menganga. Terkejut.

Pria itu –ada di depan kompor dengan apron warna biru– yang biasa ia gunakan untuk memasak, sedang menggerutu. Bau gosong dari panci serta asap yang mengepul membuat Jaekyung tidak dapat berkata-kata. Dan ketika ia akan memanggil Hyukjae seseorang datang menghampiri pria itu.

“Astaga.. Tuan, apa yang anda lakukan?!” Shin Ahjuma datang tergopoh-gopoh memasuki dapur. Wanita baya itu segera memindahkan teflon ke dalam bak pencuci piring, merendamnya dengan air.

“Ahjuma… Aku–hanya ingin membuat pancake,” Hyukjae menggaruk belakang kepalanya, tersenyum malu.

Shin Ahjuma segera menyambar apron yang tersampir di gantungan, memakainya. “Anda bisa memintaku untuk membuatnya,”

“Tidak bisa. Aku ingin membuatnya sendiri.” Sahut Hyukjae tegas. Shin Ahjuma menatap Hyukjae tidak mengerti, “Tapi tuan tidak pernah memasak sebelumnya, anda justru bisa membuat rumah ini kebakaran.” Wanita baya itu membereskan barang-barang yang berserakan di samping kompor.

“Aku ingin membuatnya untuk Jaekyung, Ahjuma. Dia sedang mengidam,” Hyukjae menunduk sedih karena usahanya tidak berhasil.

Shin Ahjuma mengerti lalu terkekeh, “Jadi nona sedang mengidam dan anda ingin membuatkannya pancake?” Hyukjae mengangguk kecil sebagai jawaban.

“Kyungie bilang ingin makan itu,”

“Arrayo, saya akan mengajari tuan cara membuatnya.” Hyukjae langsung tersenyum cerah mendengar kalimat Shin Ahjuma. “Jadi, bagaimana cara membuatnya?”

Hyukjae bertanya dengan antusias. Jaekyung yang tadinya ingin menghampiri Hyukjae untuk mengatakan ‘tidak usah repot membuatnya’ mengurungkan niat itu. Melihat Hyukjae yang seperti itu membuatnya merasa bahagia. Hyukjae benar-benar mencintai ia dan calon bayinya. Meskipun kadang Hyukjae suka berlebihan tapi Jaekyung mengakui jika apa yang dilakukan Hyukjae baik untuknya. Bahkan pria itu yang menawarkan agar Jaekyung mengikuti senam ibu hamil setelah kandungannya menginjak usia lima bulan nanti, dan tidak lupa membuatkannya susu khusus ibu hamil setiap ia akan pergi tidur.

“Aegi-ya, tumbuhlah dengan sehat, hm.” Ucap Jaekyung dengan mengusap perutnya yang masih datar.

***

Hujan deras di hari minggu membuat seorang pria yang duduk di sofa balik jendela menggerutu kesal yang membuat seorang wanita–Jaekyung–yang baru saja masuk ke dalam kamar menggeleng samar. Ia tidak tahu kenapa hari ini Hyukjae terlihat begitu kesal. Seingatnya, ia tidak melakukan kesalahan atau tindakan yang membuat pria itu kesal.

“Berhentilah bergumam tak jelas begitu, Hyuk-ah.” Jaekyung meletakan teh hijau di meja kerja Hyukjae kemudian ikut duduk di sofa, samping suaminya. Hyukjae menoleh dan langsung memeluk Jaekyung erat, wanita ini menyerngit semakin heran.

“Kau ini kenapa, huh?” Dilepaskannya pelukan Hyukjae, menatap pria ini dengan tatapan penuh tanya.

“Aku benci hujan,” cepat dan pendek. Jaekyung memiringkan kepala, “Kau bilang suara hujan itu indah, lalu kenapa tiba-tiba kau benci hujan?” Tentu Jaekyung ingin tahu alasan pria ini tiba-tiba berkata seperti itu. Karena seingat Jaekyung, Hyukjae sangat menyukai hujan. Bahkan Shin Ahjuma pernah mengatakan jika Hyukjae pernah sakit flu selama berhari-hari karena hujan-hujanan.

“Karena acaraku batal,”

“Acara?”

“Ya. Semua rencanaku hari ini gagal karena hujan ini.” Sahut Hyukjae dengan menggebu. Jaekyung menghela nafas, ia baru tahu sifat Hyukjae yang ternyata bisa seperti anak kecil.

Suka merajuk.

Sejak pagi hujan turun dengan deras dan belum berhenti hingga sekarang–menjelang siang. Dan sejak itu pula pria ini terlihat uring-uringan. Jaekyung tidak tahu apa yang telah direncanakan oleh Hyukjae. Karena pria ini hanya mengatakan telah membuat kejutan kecil untuknya. Namun rencana tinggal rencana, semuanya gagal total.

“Berhentilah merajuk, Hyuk-ah. Kau tidak malu dengan calon anakmu, hm?” Jaekyung mengusap lembut wajah Hyukjae. Pria ini bersandar di bahunya.

“Tapi rencanaku gagal,” keluhnya dengan mimik sedih. Jaekyung memiringkan kepala, menatap Hyukjae dari samping lalu mengecup bibirnya lembut.

“Bagaimana kalau kita berbelanja saja? Hujan juga sudah reda,” Jaekyung memberi usul setelah melihat hujan tidak lagi deras, hanya rintik-rintik kecil.

“Aku tidak ingin,”

“Oh, ayolah. Ini bukan keinginanku, tapi anak kita.” Jaekyung kembali membujuk suaminya yang tiba-tiba berubah manja ini. Ia tahu jika Hyukjae akan langsung berubah pikiran jika ia mengatakan ‘semua ini keinginan anak kita’, itu adalah jurus terampuh agar Hyukjae mau menurutinya. Dan terbukti bahwa sekarang pria ini menatapnya dengan senyum lebar.

“Jinchayo?!” Jaekyung mengangguk.

Hyukjae langsung beranjak dari duduknya, “Kalau begitu, ayo, kita berbelanja. Kita bisa berbelanja kebutuhan bayi, seperti; pempers, botol susu, mainan bayi dan–”

“Stop! Kita tidak akan berbelanja keperluan bayi.” Sela Jaekyung cepat. Oh my, ia melupakan sifat antusias Hyukjae jika sudah mengatakan ‘bayi’. Pria satu ini akan langsung ‘overdosis’ setelah mendengar kata itu.

“Heh? Waeyo?” Hyukjae menatap Jaekyung tidak mengerti. Wanita ini menghela nafas kasar, “Aku baru hamil satu bulan, suamiku sayang. Tidak diperkenankan bagi ibu hamil yang masih mengandung dibawah tujuh bulan untuk membeli peralatan bayi atau hal yang berhubungan dengan itu. Nanti, ada waktunya.”

“Aku baru tahu ada peraturan seperti itu..” lirih Hyukjae tidak mengerti. “Aneh sekali,”

“Tidak ada yang aneh. Itu sudah tradisi. Kau saja yang terlalu antusiasme,”

“Mwoya? Jadi kau tidak antusias, huh? Kau tidak ingin berbelanja keperluan anak kita?”

Jaekyung menepuk keningnya pelan. “Bukan seperti itu juga.. ”

“Lalu..”

“Astaga, Hyuk. Kau memancing emosiku,” Jaekyung segera berlalu pergi meninggalkan Hyukjae yang menatapnya dengan tatapan bingung.

“Cepat ganti bajumu, atau aku pergi sendiri.”

Hyukjae mengerjap mendengar seruan Jaekyung yang berdiri di depan lemari baju. Wanita itu sudah memelihkan pakaian untuknya. Maka Hyukjae segera menghampiri Jaekyung.

“Couple?” Hyukjae memperhatikan baju lengan panjang berwarna putih dengan gambar dua orang bergandengan tangan di bagian depan.

“Kau tidak suka?”

Hyukjae menggeleng lalu tersenyum, “Aku suka. Kupikir akan sangat manis kalau kita memakainya,” Jaekyung tersenyum lega. Ia pikir Hyukjae tidak akan mau memakainya.

“Sebaiknya kita cepat berganti baju,” ujar Hyukjae yang disetujui Jaekyung.

***

Acara berbelanja yang dilakukan Hyukjae serta Jaekyung ternyata cukup memakan waktu lama dikarenakan Hyukjae yang selalu memprotes ketika Jaekyung memergokinya sedang memasukkan beberapa mainan bayi–yang menurutnya lucu–ke dalam keranjang belanjaan mereka, yang berujung dengan pertengkaran kecil sehingga membuat mereka menjadi pusat perhatikan beberapa pengunjung.

“Sudah kubilang, tidak perlu memasukkan barang yang tidak dibutuhkan.” Geram Jaekyung sengit. Ia sudah lelah memperingati Hyukjae tentang hal satu itu, namun pria ini tidak menghiraukannya sehingga ia harus mengembalikan semua barang-barang yang tidak perlu kembali ke tempat semula.

“Dan harus berapa kali kubilang, kalau kau tidak boleh makan mie instan atau sejenisnya.” Kali ini Hyukjae yang mengembalikan beberapa bungkus ramen kembali ke tempat semula. Pria ini memandang Jaekyung tajam yang hanya menunjukkan senyum polos.

“Tiba-tiba aku ingin makan ramen, Hyuk.”

“Tidak boleh. Meskipun itu permintaan bayi dalam perutmu, kau harus tahu kalau mie instan tidak sehat untuk ibu hamil.”

“Arraseo,” sahut Jaekyung malas. Hyukjae sudah terlalu sering mengatakan jika ia tidak boleh memakan mie instan, sebelum ia mengandung.

“Apa kau lapar?” Hyukjae menghentikan langkah dan menoleh ke arah Jaekyung. Wanita ini mendongak, “Makan?”

“Hm, ini sudah lewat jam makan siang dan kita belum makan. Apa kau tidak lapar?”

“Ah! Kau benar. Ini gara-gara kau, aku sampai lupa.” Seru Jaekyung menyalahkan Hyukjae. “Aegi-ya… Maafkan Eomma, hm? Kau pasti lapar. Kajja, kita makan.”

Hyukjae menggeleng disertai senyum tersungging di bibirnya melihat kelakuan sang istri.

“Aku akan selalu terkejut mengetahui semua hal yang ada pada dirimu, Jaekyung-ah.” Lirihnya dengan melanjutkan langkah, menyusul Jaekyung yang sudah lebih dulu mengantri di kasir. Wanita itu melambaikan tangan, menyuruh Hyukjae agar mempercepat langkahnya. Maka Hyukjae menurutinya.

END!!!

PS : DILARANG MEMINTA SEQUEL!
Thank you buat readers yang selalu tinggalin jejaknya, entah itu LIKE atau Komen. :*

Pai-pai

48 comments

  1. jjjjjaaaahhhhh…endingggggggg…
    akhirnyaaaaa..bahagia…
    berharap boleh kan untuk lanjutannya..
    ^_^
    terimakaish sudah izin kan untuk baca ff nya…
    kisah kehidupan pernikahan yg simple, romantis….konfik keluarga yg cepat terselesaikan..

  2. Aku koment,Si Hyuknya lucu.
    ada typo tuh di awal atu hehehe
    But,Keseluruhan udah rapi.
    Figthingg Ann.
    Kenapa ga da Squel Coba????
    Huh.
    hahahahaha
    banyak kemajuan Ann.
    semangatt

  3. wah sayang bgt sih gk ad sequel nya padahal lgi penasaran bgt nih tentang jenis klamin anaknya… akhirnya jaekyung baik an juga am ibu nya seneng lhtnya.. d tunggu ff selanjutnya mungkin bsa bikin crita mdel bgini tpi dngan cast yg berbeda ..🙂

  4. wahhh wahhh wahhb hyukjae jdi lbih protective yaa .. apa2 dilarang hehe tpi gpp sih kn demi kbaikan juga .haha
    ahhh sukaa pokoknya happy end .. tpi kn aku blum tau gmna jaekyung melahirkan trus liat mereka mngurusnya akuu kan pngen tauu dan lagi mnurutku sdkit gntung critanya mknya aku mau minta seq mskipun gk dbolehin .hahaha🙂😀

  5. sebenernya masih.butuh sequel eonnie tapi gapapa ini aja udah cukup ngeliat hyuk yang bahagia banget atas kehamilan jaekyung. udah deh happy family banget

  6. Akhirnya baikan juga ma ibunya,
    Meskipun cuman sampai disitu end ttp keren kok ceritanya, bener juga sih kadang sebuah cerita gak mesti harus ada sequelnya, kadang sequel dpt menimbulkan konflik bru hehe:)

  7. aku gk minta sequel kok kak. Cuma minta kelanjutan ceritanya.
    Huaa gantung. Pdhal hyuk lagi lucu2nya mau jd appa.

  8. kyaaaaaaaa knp gk smpek ankx duo jae lahir sih eon😦 pnsrn nihhhhhhhh sma sikap overx hyuk
    ak msih pnsrn knp nyonya ahn ninggalin kluargax:/
    appa jaekyung trlalu baik
    ayolahhh eomma bada ak ingin ankx 2jae lhir -.- #sogokin pisang

  9. akhirnya ibu dan anak brdamai
    gk ngidam tp mlah jd manfaatin hyukppa tp lucu jg sich si oppa yg klewat antusias
    eon ntah knpa aq mlah suka bagian yg hyukppa nya yg manja n polos lucu bngt bkin snyum” sndiri feelnya dpt bngt
    dtnggu ff” yg lainnya lg

  10. ending!???? gtu ja??? kok mlh part ending lbh pndek drpd part2 sblmnya?? eonniiiiiiiii”pupy eye$” ga nuntut sequel nih tp brhubung endingnya datar bgt gni jd mesti sequel, terus terang ja nih part kurang dpt feelnya drpd part2 awal, terkesab buru2 ditamatin deh,,!😀😀😦😦 ♥♥

  11. huh udah end aja :3 happy ending ya, mana gak ada sequel. kelanjutannya kepaksa ngebayangin sendiri😀

  12. Akhirnya happy ending, yeiyy… Karakter HyukJf disini bikin aku makin jatuh ke dalam pesonanya abang Hyuk Jae. Kekeke..

  13. yeahhh akhirnya happy ending,
    berharap ada sequelnya, buat hyukjae oppa ribet pas jaekyung ngidam wkwk
    ditunggu ff” yg lainnya🙂

  14. yeahhh akhirnya happy ending,
    eon ditunggu sequelnya, buat hyukjae oppa ribet pas jaekyung ngidam wkwk
    ditunggu ff” yg lainnya🙂

  15. Baru aja mau minta sequel..
    Tapi di larang..
    Ehhehe…
    Soalnya jaekyung belum mengungkapkan sepenuh perasaannya.. *menurutku..
    Heheh..

    Tapi bagus ko thor ff nya…

    Happy end dan romantis..

    Suka karakter hyuki di ff ini..
    Johae..

    Hehehe..

    Keep writing..
    :*

  16. Dimana2 suami ngarep istrinya gk ngidam lahh ini malah keblikannya.. #plookk
    Gk nyangka ending nya smpe situ aja kirain smpe baby lahir.. hheh udh di ancam dilarang minta sequel ywdh gk jdi minta. Gomawo eoni ff nya daebak

  17. Dimana2 suami ngarep istrinya gk ngidam lahh ini malah keblikannya.. #plookk
    Gk nyangka ending nya smpe situ aja kirain smpe baby lahir.. hheh udh di ancam dilarang minta sequel ywdh gk jdi minta. Gomawo eoni ff nya daebak..😉

  18. lcu dh hyuk …
    org gk ngidam di surhx ngidam…
    tpi tipe suami yg baik bgt ap yg di ingkn istri di turuti.
    so sweet bgt kn.
    pdhl pgn bgt tau pas ntr aegi nya lhir…

  19. ahh.. untung aj jaekyung udah mau maafin ibunya.. good jaekyung…
    hihihi..
    dan hyukjae.. astaga.. calon appa yg overdosis memang dia.. hahaha… baru juga satu bulan jaekyung hamil.. kekeke..
    tapii kok di cut disitu seehhh.. blom juga lahirann…
    buttt…
    yaudah dehh.. dibayangin sendiri aj lanjutannya… 😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s